Kompas TV nasional update corona

Vaksinasi Masih Jauh Dari Target, Pemerintah Ubah Target Herd Immunity jadi Pengendalian Pandemi

Selasa, 3 Agustus 2021 | 16:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Dengan penuh harapan, Presiden Joko Widodo sebelumnya, sejak Juni lalu, menargetkan Indonesia, paling tidak Jawa dan Bali, bisa mencapai kekebalan kelompok, atau herd immunity, pada Agustus atau paling lambat pertengahan September mendatang.

Presiden bahkan sempat menargetkan satu juta dosis vaksinasi disuntikkan setiap hari pada bulan Juli.

Namun, fakta di lapangan, target vaksinasi, masih jauh panggang dari api.

Kekebalan kelompok, atau herd immunity, bisa dicapai, jika paling tidak 80 persen penduduk, telah mendapatkan vaksinasi, dengan catatan, efektivitas vaksin harus tinggi.

Namun, Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan akhirnya mengakui, target kekebalan kelompok sulit dicapai, karena terkendala efikasi vaksin.

Kini pemerintah pun mengubah target, dari herd immunity, menjadi pengendalian pandemi.

Pemerintah pun menargetkan September, pandemi bisa terkendali, dengan indikator angka reproduksi, bisa mencapai 0,9 dan angka vaksinasi sudah mencapai 75 persen.

Daerah-daerah dengan angka kasus dan kematian tinggi jadi prioritas vaksinasi.

Menteri Kesehatan juga meminta masyarakat bersabar, jika ada yang ingin mendapat dosis vaksin booster, atau penguat.

Pasalnya, saat ini, masih ada hampir 140 juta rakyat yang masih belum mendapatkan vaksin dosis pertama.

Saat ini, suntikan vaksin ketiga, sebagai booster pun, hanya diberikan kepada tenaga kesehatan, yang harus berada di garda terdepan, melawan ganasnya varian mutasi korona, seperti varian delta. 

Penulis : Dea Davina

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
21:05
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19