Kompas TV bisnis perbankan

Bakal Stock Split, Bagaimana Prospek Saham BCA ke Depannya? Ini Penjelasan Analis

Selasa, 3 Agustus 2021 | 13:13 WIB

KOMPAS.TV - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berencana akan melakukan aksi korporasi yakni dengan memecah nilai nominal saham (stock split).

Emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini akan memecah nilai saham dengan rasio 1:5.

Dengan aksi korporasi ini, total jumlah saham BCA akan membesar dari 24,65 miliar saham menjadi 123,27 miliar saham.

Sedangkan nilai nominal saham akan berubah dari Rp 62,5 per saham menjadi Rp 12,5 per saham.

Dalam keterbukaan informasi di laman BEI, Jumat (30/7),  manajemen BCA menyebut stock split ini bertujuan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham BCA di Bursa Efek Indonesia dan harga saham BBCA menjadi lebih terjangkau bagi para investor ritel, termasuk demografi investor muda.

Analis Senior Sucor Sekuritas Edward Lowis mengatakan stock split ini bisa mendongkrak kinerja saham BCA ke depannya.

Dengan harga per lembar saham yang lebih rendah, tentu saham BCA akan lebih terjangkau untuk kalangan investor individual.

Dengan harga saham BBCA yang telah merosot sekitar 11,82% secara year-to-date (ytd), Ivan menilai stock split ini bisa menjadi suatu katalis positif untuk saham BCA yang bisa dikoleksi oleh investor ritel. Secara teknikal, untuk saat ini saham BCA memang masih bergerak sideways antara rentang support Rp 29.700 dan resistance Rp 30.900.

Senior Analis Invofesta Utama, Praska Putrantyo juga menyebut penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dinilai bisa berdampak pada prospek BCA.

Pasalnya, kondisi PKM level 4 saat ini berisiko untuk menurunkan kualitas aset.

Apabila kebijakan PPKM ini dapat segera dilonggarkan, maka dampaknya terhadap kualitas aset tidak akan terlalu signifikan.

Simak penjelasan selengkapnya mengenai rencana stock split BCA bersama Senior Analis Invofesta Utama, Praska Putrantyo dalam tayangan berikut.

Penulis : Anjani Nur Permatasari

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
10:23
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19