Kompas TV nasional update

Analisa Eks Direktur WHO Soal Efektivitas PPKM Level 1-4 Terhadap Penyebaran Covid-19 Varian Delta

Selasa, 3 Agustus 2021 | 12:26 WIB

KOMPAS.TV - Pemerintah menilai PPKM level 4 yang sudah berlangsung hingga kini, efektif menekan penyebaran covid-19.  
 
Menko Marves sekaligus Koordinator PPKM Darurat, Luhut Binsar Panjaitan menyatakan, Mendagri akan menentukan daerah mana saja yang menerapkan PPKM Level 4.

Salah satu indikatornya, adalah angka kematian covid yang meningkat.
 
Berdasarkan Data Satgas Covid-19, selama PPKM level 4 angka kasus covid-19 masih fluktuatif. 

Dengan kasus tertinggi pada 28 Juli 2021 mencapai 47.491 kasus. Jauh di bawah target pemerintah sebelumnya di bawah 10 ribu kasus.

Angka kematian secara nasional juga masih terbilang cukup tinggi. Dalam sehari jumlah kematian berada di atas 1700. Yang tertinggi pada 27 Juli 2021 dengan 2.069 kematian.
 
Selama pemberlakuan PPKM, kasus covid-19 di luar jawa masih meningkat.

Hingga 1 Agustus kemarin, ada 5 provinsi di luar Jawa-Bali yang mencatat kasus positif covid-19 yang cukup tinggi.

Kini, Pemerintah resmi memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM level 4 hingga 9 Agustus mendatang. Kebijakan perpanjangan PPKM level 4 diambiil, karena angka kematian masih cukup tinggi dan lonjakan kasus sejumlah daerah di luar Jawa Bali.

Apa saja yang perlu dievaluasi dari pelaksanaan PPKM level 4 dan perpanjangannya?

Kita akan membahasnya selengkapnya mengenai efektivitas PPKM level 4 terhadap penyebaran covid-19 varian delta dan evaluasi PPKM level 4 bersama Guru Besar FKUI sekaligus mantan Direktur WHO Asia Tenggara, Profesor Tjandra Yoga Aditama, Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay dan juga Staf Khusus Mensesneg, Faldo Maldini.
 

Penulis : Anjani Nur Permatasari

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Daya Tarik Desa Wisata Carang Sari

Selasa, 30 November 2021 | 17:10 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
17:39
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19