Kompas TV regional berita daerah

Batalkan Jual Tanah, Kakek 63 Tahun Dipenjara

Selasa, 3 Agustus 2021 | 09:32 WIB

SEMARANG, KOMPAS.TV - Hanya karena membatalkan kesepakatan jual beli tanah, seorang kakek berusia 63 tahun harus mendekam di tahanan Polsek Gunungpati Kota Semarang.

Kakek 63 tahun bernasib naas tersebut adalah Suryadi, warga Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Ia di jebloskan ke penjara oleh tetangganya sendiri yang berinisial S sebagai pembeli tanah.

Penasehat hukum kakek Suryadi, Yohanes Sugiwiyarno mengatakan, permasalahan dari jual beli tanah milik Suryadi seluas 2.300 meter di wilayah Mangunsari, Gunung Pati, Kota Semarang, terjadi diawal tahun 2020, yakni harga tanah yang disepakati tidak ada kecocokan. Pihak penjual minta Rp 900 ribu per meter, namun pembeli melalui makelar berinisial MD meminta Rp 900 juta secara keseluruhan. Kisruh jual beli tanah pun berujung pidana, saat pembatalan jual beli tanah kemudian membuat pembeli marah dan akhirnya melaporkan ke polisi dengan meminta kakek membayar ganti rugi 10 kali lipat dari uang muka yang telah diberikan yakni sebesar Rp 300 juta.

“Ini yang memprihatinkan pemilik tanah sekarang berada di Polsek Gunungpati menjadi tahanan sejak tanggal 26 Juli kemarin. Walaupun sebetulnya menurut kami sebagai seorang lawyer dan kita sudah mempelajari kasus tersebut, kita pertanyakan bahwa berdasarkan kuitansi merupakan kasus perdata,” kata Yohanes Sugiwiyarno, kuasa hukum.

Sebelumnya sempat dilakukan upaya mediasi di kelurahan setempat, yakni tuntutan ganti  rugi 10 kali lipat dari uang muka yang sudah diberikan diturunkan menjadi 5 kali lipat. Namun keputusan tersebut masih dianggap berat oleh sang kakek yang hanya mampu memberi 3 kali lipat dari uang muka yang diberikan yakni Rp 90 juta rupiah.

Kapolsek Gunungpati AKP Agung Yudiawan membenarkan bahwa Suryadi ditahan dengan tuduhan tipu muslihat jual beli tanah dan kasusnya masih dalam penanganan polisi.

#JualBeliTanah #KotaSemarang #PolsekGunungpati

Penulis : KompasTV Jateng

Sumber : Kompas TV Jateng




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
10:30
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19