Kompas TV nasional politik

Nyelekit, Fadli Zon Sindir Baliho Puan Maharani Salah Pengejaan Kata Kebinekaan

Senin, 2 Agustus 2021 | 18:33 WIB
nyelekit-fadli-zon-sindir-baliho-puan-maharani-salah-pengejaan-kata-kebinekaan
Baliho Ketua DPR RI yang juga Putri Megawati dan Ketua DPP PDIP Puan maharani ramai terpasang di beberapa titik di kota Palembang. (Sumber: tribunsumsel.com/arif)

JAKARTA, KOMPAS TV - Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon melontarkan kritik pedas terhadap kalimat dalam baliho yang bergambar Ketua DPR RI Puan Maharani.

Ia menyebut, tulisan di baliho tersebut terdapat penggunaan kata yang tidak sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI. 

Seperti diketahui, dalam baliho Puan yang tersebar di berbagai daerah tertulis 'Kepak Sayap Kebhinnekaan'. 

Baca Juga: Sejumlah Baliho Puan Maharani Dirusak, PDIP Tempuh Jalur Hukum

Menurut dia, dalam KBBI itu pengejaan kata yang benar adalah kebinekaan bukan kebhinekaan. 

"Mari gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar apalagi dalam bentuk baliho besar yang terpampang ke seantero negeri. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang benar itu "kebinekaan" bukan "kebhinnekaan". Tapi kelihatannya semua baliho sudah dipajang. Sekedar koreksi," kata Fadli dalam akun twitter pibadinya @Fadlizon, Senin(2/8/2021). 

Selain itu, pemilihan kata kebinekaan dalam baliho tersebut dinilai kurang tepat. Sebab, seharusnya tim dari pemasangan baliho Puan itu tidak memotong kalimat yang merupakan semboyan bangsa Indonesia tersebut. 

Baca Juga: Baliho Puan Dicoret "Open BO", PDIP Minta Kader untuk Tak Terpancing Provokasi

"Kebinekaan artinya keberagaman, berbeda-beda Harusnya bukan keberagaman (perbedaan) yang ditonjolkan, tapi persatuan dalam keberagaman itu. Unity in diversity, "Bhinneka Tunggal Ika" dalam serat "Kakawin Sutasoma" karya Mpu Tantular. Jadi jangan kita kepakkan sayap perbedaan, tapi persatuan," ujarnya.

Penulis : Fadel Prayoga | Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


AIMAN

Melihat Bali Jelang Pembukaannya

Selasa, 12 Oktober 2021 | 06:05 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
07:04
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19