Kompas TV nasional update

Hari Terakhir Masa PPKM Level 4, Akankah Kembali Diperpanjang?

Senin, 2 Agustus 2021 | 16:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV -  Pada tanggal 2 Agustus ini, nasib kelanjutan penerapan PPKM level 4, akan ditentukan.

Sejak awal Juli lalu, pemerintah memutuskan untuk melakukan PPKM darurat, Jawa-Bali, yang diikuti perubahan nama dan penyesuaian aturan, menjadi PPKM level 4, mulai 25 Juli hingga 2 Agustus, di seluruh provinsi.

Target awal pemerintah pada penerapan PPKM darurat, kasus harian turun hingga di bawah 10 ribu. Tapi, masih jauh panggang dari api.

Angka kasus harian covid-19 memang sempat menyentuh angka 28 ribu pada 26 Juli, tapi melonjak lagi pada 27 dan 28 Juli dengan 45 ribu dan 47 ribuan kasus, dan berangsur turun hingga di angka 30 ribuan kasus di awal Agustus ini.

Namun, faktanya, penurunan kasus harian covid-19 dalam beberapa hari terakhir, juga disebabkan oleh menurunnya jumlah tes.

Jumlah tes sepekan terakhir, paling tinggi tercatat pada 28 Juli, yakni 277.809 orang, dengan jumlah temuan kasus tertinggi pula dalam sepekan yakni 47 ribu kasus.

Dengan angka tes yang juga menurun, hingga di kisaran 241.761 orang pada 31 Juli, jumlah temuan kasus pun terus menurun hingga 30 ribuan kasus.

Yang juga mengkhawatirkan di penghujung masa PPKM level 4 ini, adalah angka kematian yang masih diatas 1.500 orang per hari.

Namun Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengklaim, PPKM level 4 di Jakarta, efektif menekan penularan covid-19 di Ibu Kota.

Jumlah kasus aktif di Jakarta pun turun hingga 17 ribu.

Keputusan soal PPKM level 4 diperpanjang atau tidak, diturunkan levelnya atau dinaikkan, pemerintah harus memenuhi janji, mempercepat penyaluran bantuan sosial pada masyarakat yang terdampak.

Apa pun tingkat pengetatan pembatasannya, disiplin protokol kesehatan adalah kewajiban setiap orang, agar kita bisa lebih cepat terbebas dari pandemi covid-19. 

Penulis : Dea Davina

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
00:05
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19