Kompas TV nasional hukum

MAKI Pesimis Harun Masiku Tertangkap: Pengumuman KPK Interpol Terbitkan Red Notice Cuma Lip Service

Senin, 2 Agustus 2021 | 13:58 WIB
maki-pesimis-harun-masiku-tertangkap-pengumuman-kpk-interpol-terbitkan-red-notice-cuma-lip-service
Foto daftar pencarian orang Harun Masiku di webside KPK. Harun ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap PAW anggota DPR dari fraksi PDI Perjuangan pada 9 Januari 2020. (Sumber: KPK.go.id)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, mengaku pesimis Harun Masiku bisa segera tertangkap.

Sekalipun, kata dia, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menginformasikan National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia telah menerbitkan red notice untuk mantan politikus PDIP tersebut.

Baca Juga: Kata KPK Soal Interpol Terbitkan Red Notice Buronan Harun Masiku

"Sangat-sangat pesimis," kata Boyamin di Jakarta pada Senin (2/8/2021).

Boyamin menjelaskan, pengumuman yang disampaikan KPK soal telah diterbitkannya red notice untuk Harun Masiku merupakan lip service belaka. Sebab, ia menilai ada kesan tidak serius.

Menurutnya, peringatan atas lebih dari 500 hari buronnya Harun Masiku, membuat KPK seolah serius melakukan upaya pergerakan untuk menangkap Harun Masiku.

Baca Juga: Tersangka Suap Harun Masiku Jadi Buronan Internasional

Adapun pengumuman penerbitan red notice yang dilakukan KPK pada Jumat (30/7/2021) lalu dinilainya hanya untuk sekadar menghindari reaksi minor masyarakat.

Selain itu, penerbitan itu menjadi tidak berguna karena baru dikeluarkan setelah lebih dari satu tahun sejak Harun Masiku buron.

Boyamin mengatakan, soal pemberitahuan buronan internasional itu seharusnya langsung dapat diterbitkan sejak yang bersangkutan diketahui menghilang.

Penulis : Tito Dirhantoro | Editor : Iman Firdaus

Sumber : Kompas TV/Antara


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
13:59
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19