Kompas TV internasional kompas dunia

Presiden Erdogan Sampaikan Dugaan Pemicu Kebakaran Lahan Turki

Minggu, 1 Agustus 2021 | 22:21 WIB

TURKI, KOMPAS.TV - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyampaikan keterangan dugaan pemicu kebakaran hebat yang melanda wilayah Marmaris.

Erdogan menyebut, kebakaran diduga disebabkan oleh anak-anak.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Erdogan usai meninjau lokasi kebakaran dengan menggunakan helikopter di wilayah Marmaris, Provinsi Mugla, Sabtu (31/7/2021).

"Meskipun diketahui bahwa kebakaran di Marmaris disebabkan oleh anak-anak, sebuah investigasi pada kebakaran lain berlanjut. Faktanya, seseorang telah ditahan terkait dengan kebakaran di Milas," ucap Erdogan.

Erdogan mengatakan pemerintah Turki akan menanggung biaya sewa rumah para korban kebakaran, dan membangun kembali rumah-rumah yang terbakar.

Pemerintah Turki juga akan memberikan keringanan berupa penundaan pembayaran pajak, jaminan sosial dan kredit.

Erdogan menambahkan, para pemilik usaha kecil juga akan ditawari pinjaman tanpa bunga.  

Kementerian Kesehatan Turki merilis jumlah korban meninggal dunia akibat kebakaran hutan yang menjalar ke permukiman dan tempat wisata di Turki.

Di distrik Marmaris, Provinsi Mugla, 159 orang dibawa ke rumah sakit, sementara 1 orang lainnya masih dirawat intensif karena luka bakar.

Kebakaran besar yang melahap sebagian lahan di Turki terjadi sejak hari Rabu (28/7/2021).  

Video Editor: Mukhammad Rengga

Penulis : Aryo bimo

Sumber : APTN, Kantor Kepresidenan Turki


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
04:01
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19