Kompas TV internasional kompas dunia

Bawa Pulang 17.000 Artefak dari Amerika Serikat, Irak akan Kembali Buka Museum Nasional

Sabtu, 31 Juli 2021 | 16:10 WIB
bawa-pulang-17-000-artefak-dari-amerika-serikat-irak-akan-kembali-buka-museum-nasional
Foto yang diabadikan pada 13 Juni 2019 ini menunjukkan relief Asyur di situs arkeologi Nimrud. (Sumber: Xinhua/Zhang Miao)

BAGHDAD, KOMPAS.TV -- Irak kembali membuka museum nasional mereka setelah 17.000 artefak sejarah yang sempat dijarah Amerika Serikat.

Belasan ribu artefak bersejarah itu saat ini telah kembali ke pemerintah negara Irak. 

Seperti dilansir Xinhua, Sabtu, (31/7/2021), Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi pada Jumat (30/7) kemarin, memerintahkan pembukaan kembali Museum Irak di Baghdad.

"Dengan kembalinya 17.000 artefak Irak.... saya memerintahkan pembukaan kembali Museum Irak untuk umum dan peneliti," cuit al-Kadhimi di akun Twitter resminya.

Hari Rabu (28/7/2021), Menteri Kebudayaan, Pariwisata, dan Kepurbakalaan Irak Hassan Nadhim dalam pernyataannya mengatakan sejumlah artefak yang dikembalikan itu berasal dari 4.500 tahun silam dan memuat inskripsi dalam tulisan paku (cuneiform) yang mendokumentasikan pertukaran perdagangan selama peradaban Sumeria.

Baca Juga: Galeri Nasional Australia Kembalikan ke India 14 Artefak Karya Seni Kuno Hasil Curian

Foto yang diabadikan pada 19 September 2019 in menunjukkan simbol hewan mitos Gerbang Ishtar dari Kota Babilonia kuno di Museum Irak. (Sumber: Xinhua/Zhang Miao)

Hari Kamis (29/7/2021), al-Kadhimi dan delegasinya kembali ke Baghdad setelah beberapa hari berkunjung ke Amerika Serikat dan membawa pulang 17.000 artefak.

Statistik resmi mencatat sekitar 15.000 benda peninggalan budaya dari periode Zaman Batu, Babilonia, Asyur, dan Islam telah digarong atau dihancurkan penjarah setelah rezim Saddam Hussein digulingkan oleh pasukan pimpinan Amerika Serikat tahun 2003 lalu.

Museum Mosul dan kota-kota kuno Hatra dan Nimrud juga telah dirusak, dan sejumlah besar barang antik diselundupkan setelah militan ISIS menguasai wilayah-wilayah besar di Irak utara dan barat pada 2014.

Lebih dari 10.000 situs di Irak secara resmi diakui sebagai situs arkeologi, namun kebanyakan dari situs tersebut tidak dijaga dan banyak yang masih dijarah.

Penulis : Edwin Shri Bimo | Editor : Gading Persada

Sumber : Kompas TV/Xinhua


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
13:54
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19