Kompas TV nasional politik

ICW Enggan Tanggapi Ultimatum Moeldoko Lewat Kuasa Hukum Otto Hasibuan

Jumat, 30 Juli 2021 | 12:54 WIB
icw-enggan-tanggapi-ultimatum-moeldoko-lewat-kuasa-hukum-otto-hasibuan
Koordinator ICW Adnan Topan Husodo saat ditemui usai membuka Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2019 yang digelar ICW di Taman Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/12/2019.)(KOMPAS.com/Deti Mega Purnamasari)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Indonesia Corruption Watch (ICW) enggan menanggapi tuntutan kuasa hukum Moeldoko, Otto Hasibuan untuk meminta maaf secara terbuka terkait dugaan keterlibatan Moeldoko dalam promosi Ivermectin yang diungkap ICW beberapa waktu lalu.

Koordinator ICW Adnan Topan Husodo menegaskan penelusuran yang dilakukan ICW merupakan mandat untuk mengawasi pemerintah.

Kalaupun dalam penelusuran terungkap sejumlah dugaan yang menyeret pejabat publik, maka ICW punya kewajiban untuk menginformasikan ke masyarakat.

Baca Juga: Otto Hasibuan: Mana Buktinya Moeldoko Promosikan Ivermectin Obat Covid-19?

“Yang kami lakukan dalam kapasitas sebagai organisasi masyarakat sipil yang memiliki mandat untuk mengawasi pemerintah, termasuk di dalamnya para pejabat publik sehingga yang kami lakukan berada di mandat itu,” ujar Adnan.

Adnan juga menyampaikan hingga saat ini pihaknya belum menerima surat somasi dari Moeldoko terkait hasil penelusuran peneliti ICW Egi Primayoga.

Moeldoko melalui kuasa hukumnya memberi waktu 1x24 jam terhitung sejak Kamis 29 Juli 2021 kepada ICW untuk mengklarifikasi hasil penelusuran yang berujung pada dugaan keterlibatan Kepala Staf Kepresidenan dalam promosi obat Ivermectin yang diproduksi PT Harsen Laboratories.

“Kami belum bisa menanggapi terlalu jauh karena surat resmi somasinya juga belum kami terima," ujar Adanan.

Baca Juga: Moeldoko Gandeng Otto Hasibuan, Beri Waktu 24 Jam ke ICW Untuk Minta Maaf

Sebelumnya ICW melakukan penelitian singkat selama satu bulan terakhir untuk melihat keterkaitan PT Harsen Laboratories dengan sejumlah elite politik di Indonesia.

Penulis : Johannes Mangihot | Editor : Gading Persada

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
12:01
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19