Kompas TV bisnis kebijakan

Dapat Diskon Listrik, Masyarakat Diminta Alokasi Dana Digunakan untuk Konsumsi Kebutuhan Esensial

Jumat, 30 Juli 2021 | 12:15 WIB
dapat-diskon-listrik-masyarakat-diminta-alokasi-dana-digunakan-untuk-konsumsi-kebutuhan-esensial
Petugas PLN sedang memeriksa meteran listrik. (Sumber: Instagram/@pln_id)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Masyarakat diminta menggunakan alokasi dana yang diperoleh dari diskon listrik untuk konsumsi kebutuhan esensial.

Pasalnya, pemerintah telah memperpanjang stimulus listrik bagi masyarakat yang dijalankan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) hingga akhir 2021.

”Oleh sebab itu, masyarakat harus menggunakan stimulus yang diberikan pemerintah lewat PLN dengan baik sehingga tidak menjadi beban bagi pemerintah. Jangan dibelikan untuk rokok,” kata Pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia, Agus Pambagio, Kamis (29/7/2021) pada acara webinar berjudul ”Update Kelanjutan Program Stimulus Listrik”.

Untuk itu, Agus juga mengimbau pemerintah mendorong pelaku industri serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan stimulus listrik dalam rangka menahan bisnisnya agar tak tertekan terlalu dalam.

Melihat, kebijakan tersebut bersifat sementara sehingga pelaku industri dan UMKM  juga mesti mempersiapkan strategi bisnis tanpa stimulus listrik nantinya.

Harapan yang sama dikatakan juga oleh Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Ida Nuryatin Finahari bahwa situasi ekonomi saat ini tidak berlanjut terus-menerus sehingga diskon tarif listrik dapat berhenti pada akhir 2021.

Baca Juga: Kabar Gembira! Pemerintah Perpanjang Diskon Listrik Hingga Desember 2021

Dari sisi konsumsi masyarakat, Ida mengatakan, pemerintah tidak dapat mengontrol penggunaan alokasi uang yang muncul karena diskon tarif listrik.

Namun, dia mengimbau masyarakat agar tetap menghemat penggunaan listrik meskipun memperoleh stimulus.

Rincian anggaran dan realisasi

Penulis : Fransisca Natalia | Editor : Gading Persada

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Tenggiling Bersarang di Atap Rumah

Selasa, 21 September 2021 | 18:26 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
18:38
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19