Kompas TV internasional kompas dunia

Setelah Raja Malaysia, Mahathir Mohamad Juga Minta PM Muhyiddin Mundur karena Bohongi Parlemen

Jumat, 30 Juli 2021 | 10:36 WIB
setelah-raja-malaysia-mahathir-mohamad-juga-minta-pm-muhyiddin-mundur-karena-bohongi-parlemen
Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad. (Sumber: Andy Wong/AP)

KUALA LUMPUR, KOMPAS.TV - Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad,  mengungkapkan kekecewaannya terhadap suksesornya, PM Muhyiddin Yassin.

Mahathir mengungkapkan Muhyiddin telah dengan sengaja membohongi parlemen Malaysia, Kamis (29/7/2021).

Hal itu terkait pencabutan Undang-Undang Darurat yang diterapkan selama masa wabah Covid-19 mengalami peningkatan di Malaysia.

Pernyataan Mahathir itu tak lama setelah Raja Malaysia, Yang Dipertuan Agong, Sultan Abdullah Bin Sultan Haji Ahmad Shah mengungkapkan kekecewaannya terhadap Muhyiddin dan memintanya untuk mundur.

Baca Juga: Joe Biden Siapkan Bantuan Keuangan Senilai Rp1,4 Juta Bagi Warga AS yang Mau Divaksin

Hal in terkait pengumuman Menteri Hukum Malaysia, Datuk Seri Takiyuddin Hassan, yang menegaskan Undang-Undang Darurat akan dihentikan.

Muhyiddin yang menyaksikan hal itu tak berusaha membetulkan atau menghentikan Takiyuddin.

Padahal, Undang-Undang Darurat baru bisa dihentikan jika sudah mendapatkan persetujuan dari pihak kerajaan.

“Ia (Muhyiddin) seharusnya tahu tak memiliki kekuatan untuk menghentikan undang-undang tersebut,” tutur Mahathir dikutup dari New Strait Times.

“Tetapi, pengumuman tersebut dibuat seperti ia memiliki kekuatan, meski kekuatan sebenarnya berada di tangan Raja saat dalam keadaan darurat,” tambahnya.

Penulis : Haryo Jati | Editor : Iman Firdaus

Sumber : New Strait Times


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
08:09
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19