Kompas TV regional peristiwa

Panglima Koopsau Minta Maaf Soal Injak Kepala di Merauke: Ini Kegagalan Komandan Membina Anggotanya

Jumat, 30 Juli 2021 | 06:30 WIB
panglima-koopsau-minta-maaf-soal-injak-kepala-di-merauke-ini-kegagalan-komandan-membina-anggotanya
Paparan dan diskusi Pangkoopsau III dengan Forkopimda Papua dan tokoh masyarakat Papua di Ruang Megantara Mako Lanud Siulas Papare Jayapura terkait kejadian tindak kekerasan oleh oknum TNI AU kepada warga sipil, di Marauke, Kamis (29/7/2021). (Sumber: ANTARA/HO-Puspen Koopsau III)

PAPUA, KOMPAS.TV - Panglima Koopsau (Pangkoopsau) III Marsda TNI Bowo Budiarto menyampaikan permintaan maaf TNI Angkatan Udara (AU) atas kekerasan yang dilakukan oknum prajurit TNI AU Lanud Merauke terhadap warga Papua penyandang disabilitas.

Permintaan maaf tersebut disampaikan dalam pertemuan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua, di Lanud Silas Papare Jayapura pada Kamis (29/7/2021).

Baca Juga: Buntut Kasus Kekerasan Oknum TNI AU, Danlanud dan Dansatpom Lanud Merauke Dicopot

Bowo mengatakan, pertemuan tersebut menindaklanjuti perintah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Menurutnya, Panglima TNI sangat menyesalkan kejadian dua anggota Pomau Lanud JA Dimara yang bersikap dan bertindak berlebihan kepada seorang warga sipil penyandang disabilitas.

"Dan ini merupakan kegagalan seorang komandan dalam membina anggotanya," kata Bowo dikutip dari siaran pers Puspen Koopsau III pada Kamis (29/7/2021).

Bowo mengungkapkan, atas insiden tersebut, Panglima TNI memerintahkan untuk mencopot Komandan Lanud dan Komandan Satpomau Lanud JA Dimara.

Baca Juga: Soal Oknum TNI AU Injak Kepala Warga Papua, Komisi I DPR: Kedepankan Humanis, Bukan Represif

"Perintah ini sudah ditindaklanjuti Kasau. Besok saya akan berangkat ke Merauke melantik pejabat baru, sekaligus mendalami dan mengevaluasi kejadian itu, agar tidak terulang lagi," kata Bowo.

Sama seperti Panglima TNI, menurut Bowo, Kasau juga menyesalkan kejadian itu, dan mengakui bahwa tindakan tersebut merupakan sikap yang berlebihan dari seorang prajurit. Ini disebutnya sebagai tindakan di luar perintah kedinasan.

Penulis : Tito Dirhantoro | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Antara


BERITA LAINNYA


SINAU

Apa itu Banjir Rob? dan Beberapa Penyebabnya

Sabtu, 18 September 2021 | 19:09 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
20:17
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19