Kompas TV regional kesehatan

Isolasi Mandiri, Harus Bagaimana? - AYO SEHAT

Kamis, 29 Juli 2021 | 21:34 WIB

KOMPASTV - Pemirsa, infeksi Virus Corona Sars-Cov-2 atau Covid-19 bisa menimbulkan gejala berat, sedang, atau ringan, tergantung respons tubuh seseorang ketika terserang covid-19, bahkan ada juga penderita covid-19 tanpa gejala.

Bagi pasien covid-19 dengan gejala berat, ditandai dengan gangguan pernapasan berat, sepsis atau komplikasi infeksi, dan gagal organ. Pasien covid-19 gejala berat disarankan untuk menjalani isolasi di rumah sakit, dengan pengawasan intensitf dari dokter dan petugas kesehatan. Isolasi dilakukan minimal selama 10 hari sejak pasien dinyatakan positif covid-19, ditambah tiga hari bebas demam dan gangguan pernapasan.

Sedangkan, penderita tanpa gejala, umumnya tidak merasakan gejala khas seperti demam, batuk, atau sesak napas. Namun penderita positif covid-19 tanpa gejala ini, masih bisa menularkan covid-19.

Kriteria penderita covid-19 tanpa gejala, yakni frekuensi napas antara 12-20 kali per menit, dan kadar saturasi oksigen 95 % atau lebih.

Kapasitas fasilitas kesehatan yang penuh, mengharuskan penderita covid-19 dengan gejala ringan hingga tanpa gejala, menjalani isolasi mandiri di rumah, atau fasilitas isolasi mandiri yang disediakan pemerintah dan sejumlah institusi.

Isolasi mandiri dilakukan minimal selama 10 hari sejak pasien dinyatakan positif covid-19, ditambah tiga hari bebas demam dan gangguan pernapasan. Selama menjalani isolasi mandiri pun, pasien perlu rutin berkonsultasi dengan tenaga kesehatan secara daring, atau petugas puskesmas.

Lantas seperti apa isolasi mandiri yang tepat untuk pasien positif covid-19 dengan gejala ringan hingga tanpa gejala? Temukan jawabannya di ayo sehat.

Follow us:

Instagram : @ayosehat_kompastv

Penulis : Anas Surya

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
10:24
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19