Kompas TV nasional politik

Anggota Komisi I: Proses Hukum 2 Oknum TNI AU yang Injak Kepala Orang Papua Harus Transparan

Kamis, 29 Juli 2021 | 10:09 WIB
anggota-komisi-i-proses-hukum-2-oknum-tni-au-yang-injak-kepala-orang-papua-harus-transparan
Potongan tangkapan layar video dua oknum prajurit TNI AU yang lakukan tindakan penganiayaan di Papua (Sumber: Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS TV - Anggota Komisi I DPR RI Irine Yusiana Roba Putri meminta proses hukum terhadap Serda A dan Prada V yang diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap warga sipil di Merauke, Papua, harus secara transparan. 

Seperti diketahui, dalam video berdurasi 1 menit 20 detik yang diunggah oleh akun Instagram @ahmadsahroni88 memperlihatkan Serda A dan Prada V yang berseragam TNI AU sedang mengamankan seorang warga. 

Kemudian, satu di antaranya tiba-tiba memiting badan warga tersebut hingga tersungkur ke tanah. Tak hanya sampai di situ, satu prajurit lainnya menginjak kepala orang Papua tersebut. 

“Melihat sejarah panjang keterlibatan militer di Papua, jangan sampai peristiwa ini menjadi preseden buruk pemerintahan hari ini, apalagi menjadi isu internasional. Oleh karena itu, proses hukum dan investigasi yang transparan adalah keharusan,” kata Irine seperti dikutip dari laman dpr.go.id, Kamis (29/7/2021).

Baca Juga: 2 Oknum TNI AU yang Lakukan Kekerasan ke Warga Penyandang Disabilitas di Merauke Jadi Tersangka

Menurut dia, mengingat ini terjadi di Bumi Cenderawasih, TNI dinilai perlu melakukan pembinaan khusus terhadap aparatnya di Papua ketika berinteraksi dengan warga, supaya peristiwa serupa tidak terulang. 

“Kita semua, dari berbagai kalangan, peduli terhadap kasus ini karena khawatir ini menjadi gangguan stabilitas keamanan di Papua. Ini bisa menjadi awal bagi upaya ekstra TNI meningkatkan kepercayaan rakyat Papua terhadap dirinya. Bagaimanapun, TNI adalah milik rakyat dan memihak kepentingan rakyat,” ujarnya.

Politikus PDIP itu juga menggarisbawahi bahwa banyak anggota militer yang baik dan bertugas dengan dengan profesional di Papua. 

“Jangan sampai satu peristiwa ini menutup semua langkah baik yang selama ini telah dilakukan TNI,” kata Irine

Sebelumnya, keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka melakukan tindakan berlebihan saat mengamankan seorang warga penyandang disabilitas yang terlibat cekcok dengan penjual bubur ayam di jalan raya Mandala-Muli, Merauke, Papua, pada Senin (26/7/2021).

Penulis : Fadel Prayoga | Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
20:30
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19