Kompas TV nasional peristiwa

Risma Marah Saat Cek Bansos di Tuban: Bantuan 3 Bulan Kenapa Hanya Cair 2 Bulan, Sisanya ke Mana?

Rabu, 28 Juli 2021 | 13:23 WIB

KOMPAS.TV - Menteri Sosial Tri Rismaharini diketahui emosi saat mengetahui bantuan sosial untuk masyarakat di Tuban, Jawa Timur, belum tersalurkan secara penuh.

Risma mengatakan, adanya penyelewangan yang diduga dilakukan penyalur BPNT bukan dilakukan oleh anak buahnya di lingkungan Kementerian Sosial.

Risma meminta agar sisa bantuan yang belum disalurkan untuk segera diberikan kepada masyarakat Tuban.

Berikut ini rekaman saat Mensos Tri Rismaharini marah saat memantau proses pembagian bantuan pangan non-tunai di Tuban 24 Juli lalu. Risma menemukan penyaluran bantuan tidak sesuai dengan jatah yang telah ditetapkan Kemensos.

Mensos Risma pun marah kepada Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (P3A) Kabupaten Tuban Eko Julianto.

"Ini baru dua bulan yang diberikan yang satu bulan ke mana?! mestinya dicairkan sekaligus," ujar Risma.

Risma marah karena menemukan jatah beras 3 bulan yang seharusnya diterima oleh Kastini (57), salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ternyata hanya diberikan 2 bulan saja. Bahkan, Risma berencana akan membongkar mafia bansos di daerah tersebut.

"Ini saya bongkar, kalau satu bulan penerima Rp 200 ribu per bulan, jika dikalikan 80 ribu KPM berapa itu, berapa bunganya, ke mana uangnya. Saya kira lembaga hukum tahu ini," lanjutnya.

Bupati Tuban yang ikut dalam kunjungan tersebut, mengaku segera mengomunikasikan kesalahan tersebut ke semua pihak.

Untuk mencegah terjadinya penyelewengan bantuan sosial, Menteri Sosial Tri Rismaharini menyatakan, telah memperbaiki kualitas data, supaya lebih akuntabel.

Mensos juga mengatakan akan meluncurkan software terkait bansos pada 17 Agustus mendatang.
 

Penulis : Anjani Nur Permatasari

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
18:37
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19