Kompas TV olahraga olimpiade tokyo

Meryem Boz, Atlet Voli Turki yang Jadi Sorotan di Olimpiade Tokyo

Rabu, 28 Juli 2021 | 11:11 WIB
meryem-boz-atlet-voli-turki-yang-jadi-sorotan-di-olimpiade-tokyo
Atlet bola voli Turki Meryem Boz di Olimpiade Tokyo 2020 (Sumber: ANTARA)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Tinggi badan proporsional dengan smas kerasnya, membuat atlet voli asal Turki Meryem Boz jadi sorotan di Olimpiade Tokyo.

Perempuan kelahiran 3 Februari 1988 itu, selain membetot perhatian karena performanya di lapangan juga karena warna rambutnya yang biru menyala sehingga diberi julukan "Blue Lightining".


Boz memang hadir dengan gaya rambut nyentrik dengan warna biru menyala. Apalagi saat posisi dia sebagai spiker, yang diandalkan dalam setiap laga yang dilakoni Turki dalam berbagai ajang, termasuk Olimpiade Tokyo. Pada kualifikasi Eropa, Boz dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MPV).

Jauh sebelum itu, Boz mengawali karier sebagai atlet voli profesional pada 2001. Dia pernah bermain bersama tim voli Turki seperti Fenerbahe, Galatasaray, dan Bursaspor. Terakhir, membela tim Vakifbank SK.

Perempuan yang tangannya di tato itu juga  adalah langganan masuk timnas voli putri baik sejak level junior hingga senior. Dia juga beberapa kali sukses membawa tim Sultan Net berprestasi di kancah internasional.

Baca Juga: Proliga 2020 Resmi Dimulai, 11 Tim Bola Voli Ikut Bersaing

Pada debutnya masuk timnas senior putri Turki, Boz berkontribusi dengan mengantarkan timnya meraih perunggu dalam Kejuaraan Eropa 2017. Dua tahun kemudian, dia juga turut andil membawa Turki menyabet perak dalam Kejuaraan Eropa 2019.

Pada ajang lainnya, perempuan berpostur 194 cm itu juga menjadi bagian saat Turki meraih perak dalam ajang Nations League 2018 dan perunggu dalam kejuaraan yang sama pada 2021.
Kini, ambisi Boz adalah meraih hasil terbaik dalam Olimpiade Tokyo. Dilansir Demiroren News Agency (DHA), Boz mengatakan minimal bisa membawa tim Turki lolos dari fase grup.

"Ini adalah turnamen yang telah kami tunggu-tunggu dan kami mempersiapkannya sejak lama. Kami akan menjalani pertandingan demi pertandingan, kami berada di grup yang sulit. Jika kami bisa keluar dari grup, kami akan berkonsentrasi untuk langkah selanjutnya," kata dia sebelum berlaga dalam  Olimpiade Tokyo.

Sejauh ini, tim voli putri Turki telah melakoni dua pertandingan di Pool B dengan meraih satu kali menang dan satu kali kalah. Pada pertandingan pertama, Minggu (25/7), Boz dan kawan-kawan mengalahkan China dengan skor 3-0 (25-21, 25-14, 25-14).

Penulis : Iman Firdaus

Sumber : Kompas TV/ANTARA




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
17:19
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19