Kompas TV internasional kompas dunia

Ratusan Dokter di Malaysia lakukan aksi Mogok Kerja di Tengah Lonjakan Covid-19

Selasa, 27 Juli 2021 | 17:39 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.TV – Ratusan Dokter yang bekerja di RS Pemerintah Malaysia melakukan aksi mogok kerja pada Senin (26/7)

Hal ini dilakukan untuk menuntut keadilan untuk lebih dari 20.000 dokter yang bekerja kontrak dan juga berperan dalam melawan pandemi virus corona.

Para dokter muda yang bekerja di bawah kontrak khawatir tidak memiliki kesempatan dan spesialisasi yang dibutuhkan untuk memajukan karirnya.

Mereka menggunakan pakaian hitam dan kenakan masker wajah.

Poara dokter juga memprotes secara diam-diam di rumah sakit nasional.

Yang tersebar di media sosial, beberapa pendemo membawa plakat yang mengatakan “kami adalah spesialis masa depan anda’ dan ‘gaji yang sama, hak yang sama, peluang yang sama’.

Aksi pemogokan terjadi saat Covid-19 di Malaysia melonjak ke rekor tertinggi sebanyak 17.000 pada Minggu (25/7)

Kelompok dokter kontrak mengatakan di situs web mereka bahwa hanya 789 dari 23.077 dokter kontrak yang menerima penempatan permanen, sehingga sistem perawatan kesehatan memiliki 60% pekerja medis kontrak.

Pemerintah mengatakan ada sekitar 35.000 pekerja kontrak perawatan kesehatan di seluruh negeri, yang terdiri dari sekitar 23.000 dokter, 5.000 dokter gigi dan 7.000 apoteker.

Pemerintah menawarkan minggu lalu untuk memperpanjang kontrak dokter hingga empat tahun dengan fasilitas dan peluang karir yang lebih baik, tetapi kelompok dokter tersebut menolak proposal itu, menyebutnya "setengah matang" dan mengatakan itu gagal untuk mengatasi kekhawatiran mereka.

Kelompok itu mengatakan pemogokan itu sebagai bentuk simbolis dan tidak akan mempengaruhi operasi rumah sakit. Demonstrasi berakhir dengan damai saat polisi mengawasi.

Video Editor: Noval

Penulis : Theo Reza

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


KOMPAS SPORT

Sebut Wasit Gila, Joao Felix Dikartu Merah

Minggu, 19 September 2021 | 04:05 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
05:46
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19