Kompas TV regional hukum

Kasus Dugaan Penipuan oleh Satpol PP Gadungan

Selasa, 27 Juli 2021 | 16:52 WIB

KOMPAS.TV - Hati-hati, jangan mudah percaya dengan iming-iming akan mendapatkan sebuah pekerjaan, jika Anda diminta untuk membayar sejumlah uang.

Karena modus ini digunakan oleh salah seorang pelaku untuk merekrut sejumlah warga menjadi anggota Satpol PP. Padahal pekerjaan yang mereka dapatkan adalah gadungan.


Meminta sejumlah uang kepada calon pegawai dan menjanjikannya pekerjaan di sejumlah instansi menjadi modus yang ditawarkan oleh terduga pelaku penipuan dan pemalsuan dokumen.

Sindikat penipuan ini, dibongkar oleh petugas. Satuan Polisi Pamong Pradja Provinsi DKI Jakarta yang menemukan adanya praktik rekrutmen PJLP atau penyedia jasa lainnya perorangan tidak resmi atau bodong.

Terbongkarnya praktik rekrutmen PJLP bodong ini terkuak setelah Satpol PP Pemprov DKI Jakarta bersama penyidik pegawai negeri sipil menemukan razia Satpol PP ilegal di wilayah Jakarta Timur.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan 9 Satpol PP gadungan dan 2 orang yang merupakan pelaku utama dalam praktik rekrutmen PJLP bodong ini.

Pelaku yang ditangkap di kediamannya mengaku telah merekrut puluhan orang dengan tarif bervariasi mulai dari 5-25 juta rupiah agar dapat dipekerjakan sebagai PJLP atau penyedia jasa lainnya perorangan di lingkungan pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.

Pelaku menawarkan pekerjaan mulai dari berdinas di Satpol PP, Dinas Perhubungan hingga Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu atau PTSP.

Untuk meyakinkan korbannya, pelaku juga memberikan tugas harian yang wajib dijalani seperti razia serta memberikan gaji.

Namun sejumlah keganjilan mulai terjadi usai para korban 2 bulan bekerja sebagai PJLP. 

Atas temuan ini, Satpol PP bersama penyidik pegawai negeri sipil Pemprov DKI Jakarta akan menyerahkan sekaligus melaporkan hasil temuan ini ke Polda Metro Jaya.

Sejumlah korban yang telah bekerja menjadi pegawai gadungan juga akan ikut melapor atas kasus penipuan yang dialaminya.

Penulis : Luthfan

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
03:03
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19