Kompas TV nasional hukum

Polisi Tangkap Penimbun Tabung Oksigen dan Alat Kesehatan

Selasa, 27 Juli 2021 | 16:46 WIB

KOMPAS.TV - Polisi menangkap seorang pelaku penimbunan tabung oksigen di Tangerang, Banten. 

Pelaku menjual kembali tabung oksigen dengan harga berkali lipat secara daring.

Hukuman berat menanti pelaku yang memanfaatkan kesulitan masyarakat di saat pandemi demi keuntungan pribadi.

Langkanya tabung oksigen dimanfaatkan orang yang tak bertanggung jawab dengan melakukan penimbunan.  

Satres Narkoba Polres Metro Tangerang Kota menangkap satu pelaku berinisial I-F yang menimbun tabung oksigen.

Selain tabung oksigen, pelaku juga menimbun sejumlah alat kesehatan seperti sarung tangan medis, obat-obatan, serta masker yang kemudian dijual kembali dengan harga tinggi.

Alat kesehatan dijual empat kali lipat dari harga eceran tertinggi, misalnya satu tabung oksigen dijual 4,5 juta rupiah dari harga normal 500 hingga 1 juta rupiah.

Tabung oksigen yang dijual merupakan tabung alat pemadam api ringan atau apar yang direkondisi dengan dicat ulang menjadi putih.

Pengungkapan pemalsuan tabung oksigen ini berawal dari penangkapan pelaku dalam kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu.

Pelaku dijerat pasal berlapis, dengan maksimal hukuman seumur hidup atau pidana mati.

Apa yang dilakukan oleh pelaku dengan menimbun alat kesehatan, obat-obatan terapi covid-19, serta menjual tabung oksigen palsu memang seharusnya diberi hukuman yang berat.

Pasalnya, perbuatannya sangat merugikan masyarakat di masa pandemi yang serba-sulit seperti saat ini. 

Di sejumlah daerah, warga kesulitan mendapatkan tabung oksigen, kalau ada pun harganya sangat tinggi.

Belum lagi sulitnya untuk mendapat pasokan oksigen. Sejumlah rumah sakit bahkan menutup sementara ruang perawatan bagi pasien covid-19, karena ketiadaan stok oksigen.

Penulis : Luthfan

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Film

Daftar Lengkap Pemenang Emmy Awards 2021

Senin, 20 September 2021 | 13:11 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
13:34
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19