Kompas TV nasional politik

TNI-Polri dan Satpol PP Awasi Warteg, DPR Ingatkan Tak Gunakan Kekerasan hingga Asal Angkut

Selasa, 27 Juli 2021 | 16:45 WIB
tni-polri-dan-satpol-pp-awasi-warteg-dpr-ingatkan-tak-gunakan-kekerasan-hingga-asal-angkut
Ilustrasi: warung makan/warteg (Sumber: (KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES)

JAKARTA, KOMPAS TV - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi meminta aparat kepolisian, TNI, dan Satpol PP yang diterjunkan untuk mengawasi protokol kesehatan (Prokes) di warteg untuk mengedepankan pendekatan humanis. 

Seperti diketahui, dalam penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, masyarakat diizinkan untuk makan di warteg, tapi dibatasi waktunya hanya 20 menit. 

"Tetapi saya mengingatkan harus dengan pendekatan humanis-persuasif. Jangan menggunakan kekerasan dan represif. Masyarakat akan segan apabila mereka dimanusiakan," kata Nurhadi di Jakarta, Selasa (27/7/2021). 

Baca Juga: Asal Usul Foto Anies Makan di Warteg Jadi Meme, Ternyata...

Politikus Partai Nasdem itu mengimbau kepada pemimpin lembaga penegak hukum tersebut untuk menyosialisasikan agar saat bertugas di lapangan sebagai pejabat negara yang membina dan mengayomi masyarakat. 

"Tidak boleh lagi ada tindakan-tindakan keras dan represif kapada rakyatnya sendiri," ujarnya. 

Selain itu, yang perlu jadi catatan adalah pengawasan dan penegakan aturan PPKM ini tidak boleh diskriminatif atau tebang pilih. 

"Semua harus diperlakukan sama dan adil serta dilakukan dengan cara-cara humanis, persuasif, dan presisi, serta tidak main gertak dan asal angkut," kata dia. 

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan aparat Satpol PP, TNI, hingga Polri akan diterjunkan untuk memantau penerapan aturan makan di warteg atau rumah makan maksimal 20 menit.

Aturan ini dilakukan selama pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4.

Penulis : Fadel Prayoga | Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
06:15
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19