Kompas TV nasional peristiwa

Mendagri Sebut Realisasi Anggaran Belanja Penanganan Covid-19 di Sejumlah Daerah Masih Rendah

Senin, 26 Juli 2021 | 21:41 WIB
mendagri-sebut-realisasi-anggaran-belanja-penanganan-covid-19-di-sejumlah-daerah-masih-rendah
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (Sumber: KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, realisasi belanja penanganan pandemi Covid-19 di sejumlah daerah masih rendah.

Untuk itu, Mendagri Tito Karnavian mendorong seluruh pemerintah daerah segera merealisasikan anggaran belanja penanganan Covid-19.

“Masalah realisasi anggaran, realisasi anggaran yang masih rendah mengenai penanganan covid, betul,” kata Mendagri, Senin (26/7/2021).

Padahal, sambung Tito, semestinya ada minimal 8 persen Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) dalam komponen APBD untuk penanganan pandemi Covid-19.

“Ini ada sesuai Permenkeu 8 persen, dana alokasi umum dan dana bagi hasil itu adalah komponen APBD itu dialokasikan minimal 8 persen untuk penanganan pandemi Covid-19,” ujar Mendagri.

Baca Juga: Ekonom Indef: Negara yang Rendah Anggaran Bansosnya, Kasus Covid-19 akan Tinggi

Menurut Tito, dana alokasi minimal 8 persen bisa digunakan untuk penanganan PPKM, pembagian masker, hingga mendukung kegiatan vaksinasi.

Termasuk, lanjut Tito, untuk membantu kelurahan maupun desa yang tidak memiliki anggaran hingga memberikan insentif bagi tenaga kesehatan.

“Ini saya juga sekali lagi ingin menekankan bahwa untuk insentif nakes ini menjadi atensi betul Bapak Presiden karena anggarannya sudah ada di dalam komponen Dana Alokasi Umum daerah-daerah yang sudah ditransfer oleh Menkeu,” terang Tito Karnavian.

“Untuk itu tolong insentif nakes ini baik tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten/kota, provinsi, untuk nakes yang menjadi tanggung jawab provinsi, kemudian RSUD nakes yang ada kabupaten/kota menjadi tanggung jawab kabupaten/kota ini segera untuk dicairkan,” lanjut Tito.

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti | Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
14:17
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19