Kompas TV bisnis kebijakan

Ekonom Indef: Negara yang Rendah Anggaran Bansosnya, Kasus Covid-19 akan Tinggi

Senin, 26 Juli 2021 | 20:08 WIB
ekonom-indef-negara-yang-rendah-anggaran-bansosnya-kasus-covid-19-akan-tinggi
Sejumlah warga menerima beras bantuan sosial di halaman kantor Bupati Bone Bolango, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Senin (19/7/2021). (Sumber: Kompas.tv/Ant)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Program Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menyebut, negara-negara dengan anggaran sosial atau social expenditure rendah cenderung menghadapi kasus Covid-19 lebih tinggi.

Hal ini diungkapkan Esther dalam diskusi daring bertajuk "PPKM: Gonta Ganti Strategi Ekonomi Kian Tak Pasti”, Senin (26/7/2021).

“Negara yang social expenditure-nya tinggi, maka kasus Covid-19 itu lebih landai, Sementara, negara yang social expenditure-nya rendah, ya kasusnya tetap akan tinggi. Apalagi, lockdown-nya tidak efektif,” ujar Esther.

Baca Juga: Indef: PPKM Harus Tetap Dijalankan sampai Kasus Covid-19 Melandai

Esther menyebut, Indonesia termasuk dalam negara anggaran bantuan sosial (bansos) yang rendah dan kebijakan pembatasan kegiatan atau lockdown yang tidak efektif.

“Ini contoh beberapa negara, termasuk indonesia, india, Afrika Selatan itu lockdown tidak efektif dan social expenditure-nya rendah. Sehingga, kasusnya tidak turun-turun,” jelas Esther.

Menurut Esther, hal ini tidak bisa lepas dari anggaran negara yang terbatas. Akibatnya, anggaran sosial untuk masyarakat pun sangat terbatas, yaitu sekitar 7,88% PDB (Produk Domestik Bruto).

“Karena ruang anggaran fiskal yang terbatas, maka kita lihat stimulus fiskal yang diberikan pemerintah pada masyarakat juga sangat terbatas,” kata Esther.

Di sisi lain, Esther memuji pemerintah karena telah menambah anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021, meski ada catatan sendiri.

“Tapi, kita lihat alokasi dana PEN baik tahun 2020 maupun tahun 2021, itu paling besar untuk bansos. Untuk sektor kesehatan itu sedikit,” lanjut Esther.

Penulis : Ahmad Zuhad | Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV/Antara


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
03:31
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19