Kompas TV bisnis ekonomi dan bisnis

Kadin Khawatirkan Penerapan Batas Karbon Bakal Ubah Struktur Ekspor Indonesia ke Kawasan Uni Eropa

Senin, 26 Juli 2021 | 17:20 WIB
kadin-khawatirkan-penerapan-batas-karbon-bakal-ubah-struktur-ekspor-indonesia-ke-kawasan-uni-eropa
Ilustrasi: Emisi karbon dari pabrik. (Sumber: Kompas.id/Adrian Fajriansyah)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Internasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Shinta Widjadja Kamdani khawatir penerapan mekanisme penyesuaian batas karbon (carbon border adjustment mechanism/CBAM) dapat mengubah daya saing dan struktur ekspor nasional ke kawasan UE dalam 3-5 tahun ke depan.

Menurutnya, CBAM berpotensi menyasar seluruh produk manufaktur yang proses produksinya menyumbang emisi karbon.

Mempertimbangkan kebijakan CBAM berlaku secara nondiskriminatif terhadap semua mitra dagang UE serta tidak kontradiksi dengan regulasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) hingga saat ini, Shinta menilai, Indonesia sulit berupaya untuk mengubahnya.

”Oleh sebab itu, yang bisa Indonesia lakukan ialah transisi teknologi produksi dari konvensional ke rendah karbon. Transisi  harus dimulai dari sekarang hingga 2023, khususnya untuk produk-produk ekspor unggulan ke UE,” katanya, Senin (26/7/2021)

Baca Juga: Uni Eropa Terapkan Kebijakan Karbon Baru, Indonesia Berpeluang Bangun Perekonomian Hijau

Sebelumnya, Komisi Eropa menyatakan, Kesepakatan Hijau Eropa menetapkan jalur yang jelas untuk mewujudkan target ambisius UE mengurangi emisi karbon 55 persen pada 2030.

”Kami mengusulkan CBAM yang akan menyelaraskan harga karbon pada impor dengan yang berlaku di UE. Dengan menghormati komitmen kami kepada WTO, kebijakan ini akan memastikan ambisi iklim kami tidak dirusak oleh perusahaan asing yang tunduk pada persyaratan lingkungan yang lebih longgar. Selain itu, CBAM  juga akan mendorong standar yang lebih hijau di luar perbatasan kami,” sebut Komisi Eropa dalam siaran persnya.

Baca Juga: Ditanggung Konsumen, Peneliti Sarankan Pengenaan Pajak Karbon Perlu Dikaji Ulang

Penulis : Fransisca Natalia | Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas.id


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
08:57
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19