Kompas TV nasional politik

PPKM Level 4 Diperpanjang, Pimpinan Komisi IX Soroti Pengawasan Prokes di Aktivitas Perekonomian

Senin, 26 Juli 2021 | 09:08 WIB
ppkm-level-4-diperpanjang-pimpinan-komisi-ix-soroti-pengawasan-prokes-di-aktivitas-perekonomian
Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat hingga tanggal 25 Juli 2021. Hari pertama perpanjangan PPKM lalu lintas di Underpass Mampang ramai lancar, pengendara yang melintas sudah menyiapkan STRP untuk dapat melintas. (Sumber: SUBANDI / KOMPAS TV)

JAKARTA, KOMPAS TV - Pemerintah memutuskan memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 hingga 2 Agustus. Keputusan ini diambil demi menekan angka penyebaran Covid-19 di Indonesia. 

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Laka Lena meminta kepada seluruh aparatur pemerintah daerah untuk mengawasi secara ketat pelaksanaan protokol kesehatan (Prokes) di kegiatan perekonomian. Sebab, beberapa waktu lalu, pihaknya kerap mendapatkan laporan kalau di pasar masih banyak yang abai mengenakan masker. 

"Kami ingin memastikan, yaitu bahwa prokes harus jalan dan dilaksanakan seluruh warga masyarakat, sehingga dengan pelaksanaan itu bisa menahan angka positif dan tentu tidak menjadi penularan yang baru," kata Melki kepada KOMPAS TV, Senin (26/7/2021).

Baca Juga: Daftar 45 Wilayah di Luar Jawa-Bali yang Menerapkan PPKM Level 4

Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada Kementerian Kesehatan agar dalam proses pelaksanaan vaksinasi di sejumlah daerah agar memastikan prokesnya berjalan dengan baik.

"Masalah vaksinasi di lapangan, harus dilakukan dengan prokes secara ketat. Karena ada sebagaian yang tidak dengan prokes, masih perlu dirapihkan lagi," ujarnya. 

Politikus Partai Golkar itu mengapresiasi keputusan Presiden Jokowi yang lebih mengedepankan aspek kesehatan dengan cara memperpanjang masa PPKM ini. 

"Terkait perpanjangan PPKM level 4. Pertama, tentu dari kebijakan presiden, kita lihat untuk mengedepankan dan penanganan kesehatan. Tentu dengan kebijakan ini kita tetap menyelesaikan penanganan kesehatan," kata dia. 

Sebelumnya, Jokowi menuturkan di Tanah Air kini telah terjadi perbaikan tren dalam pengendalian pandemi Covid-19.

Adapun menurut penjelasannya laju penambahan kasus Covid-19, BOR, dan positivity rate mulai menunjukan tren penurunan seperti yang terjadi di beberapa provinsi di Pulau Jawa.

Penulis : Fadel Prayoga | Editor : Iman Firdaus

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


AIMAN

Curhat Suami Korban, Dituduh Pembunuh - AIMAN

Selasa, 28 September 2021 | 08:01 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
08:08
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19