Kompas TV klik360 sinau

Bendera Putih Identik dengan Simbol Menyerah, Bagaimana Asal-usulnya?

Minggu, 25 Juli 2021 | 19:15 WIB

KOMPAS.TV - Beberapa waktu terakhir viral unggahan di media sosial terkait pemasangan bendera putih oleh pedagang kaki lima di sejumlah tempat saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Bendera putih yang dikibarkan merupakan tanda bahwa mereka tak lagi sanggup menghadapi Covid-19 yang telah menghancurkan perekonomian mereka.

Tahukah kamu asal-usul bendera putih identik dengan simbol menyerah?

Mengibarkan bendera putih yang diikat pada sebuah tongkat sering kali diartikan sebagai tanda menyerah.

Tradisi mengibarkan bendera putih ternyata sudah digunakan sejak lama oleh bangsa Tiongkok dan Romawi untuk menunjukkan sikap menyerah.

Para ahli sejarah percaya bahwa warna putih adalah warna yang mudah dikenali di tengah suasana peperangan.

Pada masa itu, kain putih merupakan kain yang sering digunakan dan mudah didapatkan.

Selain itu, dalam kepercayaan Tiongkok warna putih melambangkan rasa duka dan kematian.

Bendera putih dianggap sebagai sebuah pertanda duka dan kesedihan yang mereka alami karena kekalahan.

Selain sebagai tanda menyerah, bendera putih juga berkembang sebagai tanda gencatan senjata dan ajakan negosiasi ketika dalam peperangan.

Utusan perang serta petugas kesehatan menggunakan bendera putih untuk memberikan tanda bahwa mereka jangan diganggu ketika sedang mengangkut orang-orang yang terluka pada saat perang.

Berbagai arti bendera putih kemudian dibahas dalam sebuah konvensi di Jenewa dan Den Haag pada abad ke-19 dan ke-20. Makna bendera putih disepakati secara mendunia menjadi satu arti saja.

Bendera putih dianggap sebagai sebuah simbol sakral yang melindungi penggunanya dari berbagai serangan, namun tidak boleh dimanfaatkan sebagai sebuah cara terselubung untuk menyerang secara diam-diam.(*)

Grafis: Arief Rahman

Penulis : Gempita Surya

Sumber : diolah dari berbagai sumber




BERITA LAINNYA


SINAU

Mengenal STOVIA yang Lahir dari Wabah.

Minggu, 25 Juli 2021 | 18:58 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
19:17
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19