Kompas TV klik360 internasional

Ribuan Warga Prancis Berunjuk Rasa Menolak Vaksinasi Covid-19

Minggu, 25 Juli 2021 | 12:21 WIB

PARIS, KOMPAS.TV - Sekitar 160 ribu orang termasuk aktivis sayap kanan dan anggota gerakan rompi kuning (yellow vest movement) menggelar unjukrasa di kota Paris, Prancis.

Pengunjuk rasa menentang rancangan undang-undang Pemerintah yang mengharuskan setiap warga memiliki surat bebas virus Covid-19 bila ingin memasuki restoran.

Tidak hanya itu, Pemerintah Prancis juga mewajibkan vaksinasi Covid-19 bagi seluruh tenaga kesehatan (nakes).

Beberapa pengunjuk rasa mengungkapkan penolakan mereka terhadap kebijakan itu. Sebagian khawatir akan efek samping yang ditimbulkan vaksin Covid-19.

"Saya sangat menentangnya karena saya belum divaksin. Jika sampai 15 September belum vaksin, saya akan kehilangan pekerjaan. Saya diancam akan dipecat. Hari ini, saya hadir demi mendukung kebebasan memilih untuk divaksin atau tidak," ucap Celine Augen, seorang sekretaris dokter.

"Saya tidak ingin putri saya menerima suntikan yang bisa mengacaukan siklus menstruasinya. Saya tidak yakin pada vaksin ini karena bisa timbul konsekuensi yang tidak diinginkan. Kita masih dalam fase uji klinis," ungkap Claudia, seorang ibu rumah tangga.

Polisi anti huru-hara kemudian menembakkan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan massa.

Sebelumnya, terjadi peningkatan kasus positif Covid-19 yang signifikan di Prancis. Tingkat hunian rumah sakit juga cukup tinggi.

Pemerintah Prancis akhirnya memutuskan untuk mempercepat program vaksinasi guna melindungi warga dan pasien di rumah sakit yang rentan kondisi kesehatannya.

Video Editor: Faqih Fisabilillah

Penulis : Aryo bimo

Sumber : APTN




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
12:24
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19