Kompas TV nasional politik

Mahfud MD Imbau Masyarakat Tetap Tenang, Mari Jaga Negara Ini Agar Tetap Kondusif

Jumat, 23 Juli 2021 | 22:52 WIB
mahfud-md-imbau-masyarakat-tetap-tenang-mari-jaga-negara-ini-agar-tetap-kondusif
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. (Sumber: KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah melalui Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga negara untuk tetap kondusif.

Pernyataan itu disampaikan Mahfud MD bersamaan dengan santernya rencana unjuk rasa dengan tema "Jokowi End Game" yang akan dilaksanakan besok, Sabtu (24/7/2021).

"Kepada seluruh masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan menjaga kondisi ketertiban dan keamanan di wilayah masing-masing. Mari jaga negara ini agar tetap menjadi kondusif sambil berusaha bersama-sama menyelesaikan berbagai persoalan terutama menyelesaikan Covid-19," kata Menko Polhukam Mahfud MD dalam siaran pers yang diterima Kompas TV, Jumat (23/7/2021).

Baca Juga: Mahfud MD: Silakan Sampaikan Aspirasi, yang Penting Bertujuan Sama, Menyelamatkan Rakyat Indonesia

Menurut Mahfud MD, sejak kasus Covid-19 diumumkan pertama kali di Indonesia hingga kini pemerintah terus melakukan penanganan terutama untuk menyelamatkan rakyat. Salah satu yang dilakukan pemerintah, yakni dengan mengambil sejumlah kebijakan dan langkah-langkah.

Beberapa langkah yang sudah dilakukan, mulai dari pengobatan kasus Covid-19 hingga pencegahan penularan dengan mengambil langkah pembatasan masyarakat. Mahfud menyadari bahwa dalam pelaksanaannya kebijakan itu tidak semua masyarakat mau menerima.

"Pemerintah tentu harus mengambil keputusan dan telah mengambil keputusan di antara berbagai pendapat yang ada itu. Oleh sebab itu, untuk kebijakan dan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah itu tidak semuanya bisa diterima oleh masyarakat," tambah Mahfud.

Baca Juga: Sambut Hari Anak Nasional, Bobo Creative Week 2.0 Ajak Anak & Orang Tua Belajar dengan Menyenangkan

Terkait hal itu, pihaknya secara terbuka mempersilakan masyarakat untuk dapat memberi aspirasi kepada pemerintah dengan prosedur yang sudah ditetapkan.

Menurut Mahfud MD aspirasi dapat dilakukan dengan cara mengirim aspirasi tertulis, melalui telepon, melalui media, atau hal lain dengan memiliki tujuan sama, yaitu menyelamatkan rakyat Indonesia.

Penulis : Nurul Fitriana | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


ROSI

Ada Apa dengan Saung Angklung Udjo? ||ROSI

Sabtu, 25 September 2021 | 04:41 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
06:01
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19