Kompas TV kolom budiman tanuredjo

Bicara PPKM, Pemerintah Jangan Bikin Bingung - Opini Budiman

Sabtu, 24 Juli 2021 | 09:02 WIB

Kebingungan publik dalam menyikapi pandemi, bukan hanya karena hoaks yang bertebaran. Tapi juga soal komunikasi di jajaran Pemerintah yang berbeda-beda antara satu menteri dengan menteri lain, untuk satu hal yang sama.

Mungkin juga karena terlalu asyik, kadang banyak improvisasi dalam komunikasi, yang akhirnya menimbukan beragam spekulasi.

Kesemrawutan komunikasi bisa menggerus kredibilitas Pemerintah. Kesemrawutan dalam komunikasi kian ditambah dengan berkembangnya media sosial.

Di media sosial, siapa pun bisa ngomong apa saja. Sejauh komunikasinya meyakinkan, dia bisa langsung popuper dan dipercaya, terlepas kebenaran substansinya.

Gejala itu muncul dalam fenomena dokter Louis, publik bingung. Dipanggil polisi namun kemudian dilepas. Situasi komunikasi saat ini terjadi dalam era yang disebut post truth.

Kebenaran ditentukan bukan oleh data, melainkan oleh keyakinan. Tak peduli siapa berbicara, tapi apakah substansi yang disampaikan sesuai dengan keyakinan dia atau tdak.

Dalam situasi itu, Pemerintah sebenarnya punya peluang menjelaskan duduknya perkara. Pemerintah yang kredibel dan punya otoritas, punya banyak kanal untuk menjelaskan suatu masalah.

Namun, sayang, di dalam tubuh Pemerintah pun ada masalah dalam menata komunikasi.

Gaya komunikasi pejabat Pemerintah yang congkak dan cenderung menantang publik, justru menimbulkan antipati publik.

Gaya komunikasi menantang dan bukan mendengar dan menjelaskan, tidak tepat dalam realitas masyarakat yang sudah terbelah.

Contoh terkini soal apakah PPKM Darurat diperpanjang atau tidak? Komunikasinya pun semrawut.

Penulis : Aryo bimo

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
11:24
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19