Kompas TV advertorial

Hari Anak Nasional, Pentingnya Lindungi Anak dari Dampak Pandemi

Jumat, 23 Juli 2021 | 14:43 WIB
hari-anak-nasional-pentingnya-lindungi-anak-dari-dampak-pandemi
Ilustrasi vaksinasi anak (Sumber: ANTARA/Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Dalam peringatan Hari Anak Nasional tahun ini, anak-anak masih harus menghadapi Virus SARS-CoV-2 atau Covid-19 yang berdampak tidak hanya pada risiko kesehatan, tetapi juga mental mereka.

Ketiadaan sosialisasi dikhawatirkan dapat menghambat proses tumbuh kembang anak. Berbagai upaya dilakukan agar anak-anak dan remaja aman dan bisa kembali ke sekolah, salah satunya dengan percepatan vaksinasi untuk anak-anak serta remaja yang berusia 12 – 17 tahun.

“Target capaian herd immunity kita bertambah dari sebelumnya 181,5 juta sasaran menjadi 208 juta sasaran karena sudah boleh memvaksinasi anak dan remaja usia 12-17 tahun,” ujar Menurut Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid, dalam Dialog Produktif yang diselenggarakan KPCPEN, Kamis (22/7/2021).

Meski sudah divaksin, dr. Nadia berpesan agar orangtua selalu menjaga anak-anak mereka melalui penerapan protokol kesehatan.

“Artinya anak-anak jangan dihadapkan pada risiko penularan Covid-19 seperti dibawa melakukan perjalanan, diajak makan di luar rumah. Kita tahu risiko penularan itu sangat besar saat beraktivitas di luar rumah,” imbaunya.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Turun 40 Persen, Prof Wiku Ingin Angka Kematian Bisa Ditekan

Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek, Jumeri juga menegaskan, pemerintah terus berupaya agar anak-anak Indonesia mendapatkan hak pendidikan yang berkualitas dengan menyelenggaraan pelajaran tatap muka (PTM) sesegera mungkin setelah situasi pandemi mereda.

Kendati demikian, Jumeri mengakui bahwa PJJ tidak berlangsung sama di berbagai daerah. Tidak semua dapat dengan mudah mengakses pembelajaran secara online karena adanya ketimpangan yang luar biasa antara daerah maju dengan daerah 3T.

“Capaian pembelajaran anak-anak kita akhirnya memiliki kesenjangan. Jadi di rumah diharapkan orang tua untuk mendampingi putra-putrinya ketika belajar. Orang tua jadi teman ketika belajar. Jangan memerintah anak, tapi diajak untuk bekerja sama. Ini mengembalikan konsep pendidikan pertama ada di keluarga,” tambahnya.

Hal ini diperkuat dengan data yang dibawakan oleh Spesialis Kebijakan Sosial UNICEF, Angga D. Martha, mengenai dampak Covid-19 terhadap kemiskinan dan mobilitas anak.

Penulis : Elva Rini

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
22:56
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19