Kompas TV nasional update

Polisi Usut Kartel Kremasi Jenazah Covid-19

Jumat, 23 Juli 2021 | 00:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Dugaan adanya kartel kremasi jenazah Covid-19 jadi perbincangan hangat di media sosial.

Rumah Duka Abadi jadi sorotan setelah salah satu keluarga jenazah pasien Covid-19 mengunggah sebuah tulisan yang menceritakan dugaan kartel kremasi disana.

Pengunggah menyebut harga yang dipatok bervariasi, mulai dari 45-65 juta rupiah.

Polisi meminta pengunggah kisah itu untuk datang memberikan laporan resmi. Hal ini dibutuhkan untuk membantu penyidik menuntaskan kasus ini.

“Iya kita akan mulai menyelidikan dari tempat itu ya karena kita dapat data dari tempat itu harapan kami sih yang membuat tulisan itu sih atau berita bisa bekerja sama dengan kami untuk membwrikan informasi,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Joko Dwi Harsono.

Polisi kini tengah memeriksa dua orang saksi yang merupakan karyawan dari Rumah Duka Abadi.

Keduanya menjalani pemeriksaan intensif terkait adanya dugaan praktik kartel kremasi disana.

Pemeriksaan saat ini masih terbatas pada klarifikasi untuk mencari fakta sebenarnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, pihak Rumah Duka Abadi menyanggah tuduhan kartel kremasi, sebab pihaknya mengaku tak menyediakan jasa kremasi jenazah.

Sementara itu pengelola krematorium Dokter Aggi Tje Tje di Cilincing, Jakarta Utara, mengecam keras pihak-pihak yang memeras keluarga jenazah pasien Covid-19.

Pihaknya mengimbau kepada sleuruh pihak yang menyediakan jasa kremasi untuk tidak memanfaatkan situasi dengan mematok biaya yang tinggi.

Kasus dugaan adanya kartel kremasi bermula dari unggahan seorang warga bernama Martin. Ia menyebut biaya kremasi kian naik bahkan ada yang mematok hingga 80 juta rupiah. 

Penulis : Reny Mardika

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
20:16
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19