Kompas TV regional hukum

Terungkap Ada Pihak Perintahkan Bawa Molotov Saat Demo Tolak PPKM, Polisi Kantongi Identitasnya

Jumat, 23 Juli 2021 | 01:05 WIB
terungkap-ada-pihak-perintahkan-bawa-molotov-saat-demo-tolak-ppkm-polisi-kantongi-identitasnya
Ilustrasi: police line garis polisi. (Sumber: Kompasiana)

BANDUNG, KOMPAS.TV - Polisi mengungkapkan ada pihak yang memerintahkan demonstran untuk membawa bom molotov saat unjuk rasa atau demo tolak PPKM Darurat di Bandung, Jawa Barat.

Demikian hal tersebut disampaikan oleh Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Adanan Mangopang, di kantornya pada Kamis (22/7/2021).

Baca Juga: Tolak PPKM, Sopir Ojol: Kami Sulit Dapat Order Dan Kurang Pemasukan

Mangopang menjelaskan pihak kepolisian berhasil mengungkap adanya keterlibatan pihak lain setelah mengetahui informasi itu usai menangkap salah seorang demonstran berinisial H.

"Dari bukti hasil obrolan HP yang bersangkutan, memang sudah disiapkan sudah memang dibawa, ada yang memerintahkan untuk membawa pada saat demo (tolak PPKM)," kata Mangopang.

Mangopang mengaku akan mendalami kasus tersebut karena pihak penyidik telah mengetahui identitas orang yang diduga memerintahkan H untuk membawa bom molotov itu.

Baca Juga: Polisi Tangkap Otak di Balik Ajakan Demo Tolak PPKM Darurat di Banyumas

Selain itu, kata dia, pelaku H dari keterangannya kepada polisi memang mengakui bom molotov itu memang akan dibawa saat melaksanakan aksi unjuk rasa di Balai Kota Bandung dan Gedung Sate.

Saat ini, Mangopang menambahkan, pelaku H sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satreskrim Polrestabes Bandung.

Penetapan tersangka terhadap H dilakukan karena yang bersangkutan kedapatan membawa bom molotov saat melakukan demonstrasi.

Penulis : Tito Dirhantoro | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Antara




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
01:07
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19