Kompas TV bisnis bumn

PPKM Darurat Berdampak Buruk bagi Nelayan

Kamis, 22 Juli 2021 | 17:28 WIB
ppkm-darurat-berdampak-buruk-bagi-nelayan
Buruh membongkar ikan dari lambung kapal di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, Minggu (11/7/2021). Sebagian nelayan belum mendapat bantuan sosial dari pemerintah di tengah harga jual tangkapan ikan yang juga merosot.  (Sumber: Kompas.id/Totok Wijayanto)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Sebagian nelayan belum mendapat bantuan sosial dari pemerintah di tengah harga jual tangkapan ikan yang juga merosot. Nasib mereka pun kian terpuruk lantaran sulit mendapat bahan bakar minyak bersubsidi untuk melaut selama pemberlakukan pembatasan kegiatan masyaraka (PPKM) darurat.  

Sekretaris Jenderal Serikat Nelayan Indonesia Budi Laksana mengungkapkan, harga beberapa komoditas ikan hasil tangkapan nelayan anjlok sampai 70 persen, seperti ikan tenggiri dan barakuda.

Penurunan harga jual tangkapan disebabkan rendahnya serapan oleh pengepul dan pedagang karena terjadi penurunan aktivitas pasar ikan selama PPKM darurat.

”Pasar ikan mulai jarang pembeli karena PPKM darurat. Akibatnya, serapan ikan dari hasil tangkapan nelayan ikut turun. Harga ikut anjlok,” terang Budi, Rabu (21/7/2021), dikutip dari Kompas.id.

Selanjutnya, Budi juga menjelaskan bahwa sebagian nelayan juga urung melaut karena sulit mendapat bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Baca Juga: Harga BBM Naik tanpa Pemberitahuan, Sopir Angkot di Sukabumi Demo

Penyekatan jalan di sejumlah wilayah menyulitkan mereka untuk menjangkau stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) atau stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Sebagian nelayan terpaksa membeli BBM eceran dengan harga lebih mahal.

”PPKM darurat berat buat nelayan. Kita butuh BBM, tetapi beberapa titik jalan ditutup sehingga terpaksa membeli BBM dengan harga eceran yang lebih mahal. Anjloknya harga ikan sudah tidak mampu menutup biaya melaut,” ujar Budi.

Kondisi serupa dialami nelayan rajungan. Meski permintaan rajungan untuk ekspor masih cukup stabil, sebagian nelayan tidak bisa melaut karena kendala keterbatasan umpan dan BBM.

Umpan rajungan berupa ikan rucah, seperti ikan petek, semakin sulit didapat dan harganya terus naik. Harga ikan petek, misalnya, naik dari Rp 14.000 per kg menjadi Rp 18.000 per kg.

Penulis : Fransisca Natalia | Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV/Kompas.id




BERITA LAINNYA


BUMN

PPKM Darurat Berdampak Buruk bagi Nelayan

Kamis, 22 Juli 2021 | 17:28 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
17:31
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19