Kompas TV bisnis kompas bisnis

Terdampak Pandemi, Lifting Migas Semester I Tak Mencapai Target

Kamis, 22 Juli 2021 | 12:57 WIB

KOMPAS.TV - Pandemi covid-19 berdampak pada semua lini kehidupan masyarakat termasuk di sektor migas.

SKK Migas mengumumkan per semester I lifting minyak hanya mencapai 666 ribu barel per hari berarti hanya 94,6 persen dari target yang ditetapkan APBN 2021.

Tak tercapainya target lifting diakui SKK Migas karena dampak dari pandemi covid-19. Lifting minyak yang tak tercapai berdampak pula pada penerimaan negara.

Di semester I penerimaan negara dari migas mencapai 6,67 miliar dollar Amerika Serikat hanya 91,7 persen dari target.

Pandemi yang tak tau kapan berakhir ini pada akhirnya membayangi target lifting minyak 1 juta barel per hari dan gas 12 miliar kubik per hari di tahun 2030.

Padahal target ini dibutuhkan untuk bisa mengejar konsumsi migas yang diprediksi akan naik. Dewan Energi Nasional meproyeksi di 2050 konsumsi minyak naik 139 persen, sementara konsumsi gas naik 298 persen.

Jika target tak tercapai, maka dikhawatirkan impor migas Indonesia akan makin membengkak.

Mengingat cadangan migas Indonesia ada di poisisi 19 dunia, kebijakan bauran energi pun dilakukan setidaknya untuk bisa mengkonversi kebutuhan migas.

Di 2050 pemakaian minyak ditargetkan berkurang dari 28,8 persen menjadi 19,5 persen.

Sementara energi terbarukan ditingkatkan porsinya dari 13,4 persen menjadi 31,2 persen. Meski secara jumlah energi fosil tetap memakan porsi terbesar di 2050.

Sementara itu untuk terus mengejar target 1 juta barel, dalam rencana strategis SKK Migas ada 4 hal yang akan dikejar mulai dari optimalisasi produksi lapangan eksisting, transformasi sumber daya kontijen ke produksi, mempercepat enhanced oil recovery, dan eksplorasi untuk penemuan besar.

Mengejar target 1 juta barel juga penting untuk neraca dagang Indonesia di saat harga minyak naik.

Kuantitas produksi di hulu akan membuat tambahan pendapatan negara semakin besar, terlebih APBN saat ini masih mengandalkan pendapatan negara bukan pajak.

Penulis : Natasha Ancely

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
13:01
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19