Kompas TV nasional peristiwa

Polisi Usut Kartel Kremasi Jenazah Covid-19 di Jakarta yang Mematok Harga hingga Rp 80 Juta

Kamis, 22 Juli 2021 | 14:36 WIB

KOMPAS.TV - Polisi mulai melakukan penyelidikan terkait dengan dugaan kartel kremasi jenazah covid-19 di rumah duka yang sempat viral di media sosial.

Polisi akan melakukan pemeriksaan termasuk mempelajari tulisan dan foto kwitansi biaya kremasi dengan total Rp 80 juta.

Selain itu penyidik juga meminta agar pihak keluarga korban segera membuat laporan.

Dugaan adanya kartel kremasi jenazah covid-19 di Rumah Duka Abadi yang berada di Kawasan Daan Mogot, Grogol, Petamburan, Jakarta Barat, viral setelah salah satu orang keluarga korban mengunggahnya dan menyebarkanya ke media sosial.

Angka kematian akibat covid-19 di Indonesia yang masih terbilang tinggi membuat petugas pemulasaraan dan pemakaman pun kewalahan.

Namun yang juga tengah jadi sorotan adalah mahalnya biaya kremasi untuk jenazah pasien covid-19.  Ketua Pembina Yayasan Krematorium Cilincing Yusuf Hamka bahkan menyebut, ada krematorium yang mematok harga jasa kremasi hingga Rp 80 juta.

Untuk membantu warga yang membutuhkan jasa kremasi kini Krematorium Cilincing menerima jenazah covid-19 dengan proses kremasi pada malam hari.

Bagi warga tidak mampu bisa menunjukkan surat keterangan dari kelurahan. Nantinya biaya akan dibebankan kepada Vihara Dharma Bhakti Petak Sembilan di Glodok, Jakarta Barat.

Kabar kartel jasa kremasi juga disorot Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, bahkan Prasetio mengaku sudah membahasnya dengan Kapolda Metro Jaya.

Dikutip dari Kompas.com, Ketua DPRD DKIJjakarta Prasetio minta pelaku kartel kremasi ditembak mati.

Keluhan ini didengar Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, ia meminta pengusaha krematorium tidak mematok tarif tinggi dan tak mencari keuntungan berlebihan di tengah pandemi.

Diakui Riza, Pemprov DKI memang belum memiliki tempat kremasi untuk menjawab keluhan warga, Pemprov kini sedang mempersiapkan tempat dan konsep kremasi.

Tentunya dengan harga murah agar beban keluarga tak bertambah berat.

Penulis : Anjani Nur Permatasari

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Ormas Di Cianjur Bentrok, 1 Tewas

Senin, 27 September 2021 | 13:36 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
13:58
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19