Kompas TV nasional peristiwa

Temuan Ombudsman Terkait Maladministrasi di TWK, ini Kata KPK..

Rabu, 21 Juli 2021 | 22:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ombudsman RI mengumumkan adanya temuan maladministrasi dalam proses tes wawasan kebangsaan atau TWK di KPK.

Ketua Ombudsman RI Mokh Najih menjelaskan temuan maladministrasi dalam proses tes wawasan kebangsaan KPK dalam keterangan resmi nya meliputi sejumlah aspek.

Mulai dari proses pembentukan kebijakan peralihan status pegawai KPK ke ASN, Pelaksanaannya hingga penetapan hasil assesment TWK.

“yang pertama adalah berkaitan dengan rangkaian proses pembentukan kebijakan proses peralihan pegawai KPK menjadi ASN, yang kedua adalah pada proses pelaksanaan dari peralihan pegawai KPK menjadi ASN dan yang ketiga adalah pada tahap penetapan hasil asesment tes wawancara kebangsaan atau TWK,”ujar Najih dalam konferensi pers.

Selanjutnya ombudsman akan merekomendasikan sejumlah tindakan korektif yang harus dilakukan pimpinan KPK, Kepala BKN terhadap temuan maladiministrasi tersebut.

Ombudsman juga akan mengirimkan sejumlah saran yang akan diteruskan kepada Presiden Joko Widodo jika KPK dan BKN tidak melaksanakan rekomendasi ombudsman.

Menanggapi permintaan Ombudsman, KPK melalui juru bicaranya Ali Fikri menyatakan pihaknya telah menerima salinan dokumen Ombudsman dan menghormati hasil pemeriksaan yang dilakukan.

Namun KPK belum akan mengambil tindakan karena masih menunggu putusan dari mahkamah agung dan mahkamah konsitusi terkait uji materi perkom KPK nomor 1 tahun 2021 yang juga mengatur soal alih status pegawai KPK.

“tentu kpk menghormati hasil pemeriksaan ombudsman terhadap prosedur dan proses yang dilakukan terhadap pengalihan status pegawai kpk menjadi asn yang disampaikan hari ini”,ujar Ali Fikri

Video Editor: Faqih Fisabilillah

Penulis : Theo Reza

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
06:28
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19