Kompas TV nasional peristiwa

Epidemiolog Sebut Keputusan Perpanjang PPKM Darurat Sudah Tepat untuk Tangani Covid-19

Rabu, 21 Juli 2021 | 07:58 WIB
epidemiolog-sebut-keputusan-perpanjang-ppkm-darurat-sudah-tepat-untuk-tangani-covid-19
Petugas gabungan Polisi, TNI, Dishub, dan Satpol PP melakukan penyekatan di masa PPKM Darurat untuk mengurangi mobilitas warga, Kamis (15/7/2021). (Sumber: Tribunnews/Herudin)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Epidemiolog Universitas Gadjah Mada, Riris Andono Ahmad, turut menyoroti keputusan pemerintah memperpanjang PPKM Darurat di Jawa dan Bali hingga 25 Juli 2021.

Riris menuturkan keputusan tersebut sudah tepat, mengingat angka kasus harian di Indonesia masih terbilang tinggi. 

"Kalau belum turun, kan harus diperpanjang (PPKM Darurat). Kalau memang mau turun targetnya 10 ribu kasus per hari," kata Riris dikutip dari ANTARA, Rabu (21/7/2021). 

Menurut Riris, PPKM Darurat yang diterapkan pada 3-20 Juli belum berdampak signifikan dalam menurunkan kasus harian Covid-19 di tanah air.

Riris menambahkan, hal tersebut bukan karena PPKM Darurat tidak berjalan efektif, melainkan disebabkan masih banyak masyarakat yang belum patuh pada aturan pemerintah.  

Baca Juga: Presiden Jokowi: Alhamdulillah, PPKM Darurat Turunkan Tingkat Keterisian Tempat Tidur Rumah Sakit

Lebih lanjut dia menyarankan jika ingin menurunkan kasus harian hingga mencapai target 10 ribu perhari, maka setidaknya 70 persen masyarakat harus dapat membatasi aktivitas dengan tetap di rumah masing-masing selama PPKM Darurat. 

"Itu baru akan ada penurunan signifikan," tegasnya. 

Tak hanya itu, Riris juga menekankan kepada pemerintah untuk lebih menegakkan aturan PPKM Darurat secara konsisten.

"Harus dipastikan orang-orang tinggal di rumah, tidak kemudian pergi ke tempat lain. Di luar negeri lockdown, orang tinggal di rumah, mereka benar-benar tinggal di rumah. Masalah penegakan aturan, bagaimana itu bisa benar-benar ditegakkan," jelasnya. 

Penulis : Isnaya Helmi | Editor : Iman Firdaus

Sumber : Kompas TV/ANTARA


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
09:02
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19