Kompas TV feature tips, trik, dan tutorial

Tips Bekerja di Masa PPKM Darurat untuk Menghindari Stres dan Tetap Produktif

Rabu, 21 Juli 2021 | 07:30 WIB
tips-bekerja-di-masa-ppkm-darurat-untuk-menghindari-stres-dan-tetap-produktif
Ilustrasi Perempuan Work From Home. (Sumber: Shutterstock)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Virus Covid-19 berdampak besar pada kehidupan. Tidak hanya kesehatan fisik, tapi juga psikis.

Pandemi Covid-19 membuat sebagian orang merasa bingung, cemas, stres, dan frustasi. Bahkan, mereka yang mengidap kecemasan atau Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) dalam wabah ini dapat memicu gejala depresi menengah-berat pada beberapa orang. 

Wabah Covid-19 memunculkan banyak kehawatiran. Dari risau masalah finansial, pekerjaan, masa depan, hingga pikiran soal kondisi setelah pandemi.

Kondisi begitu dibenarkan Joshua Morganstein, Asisten Direktur di Pusat Studi Stres Traumatis Uniformed Services University of the Health Sciences Amerika Serikat (AS).

"Gejala gangguan kesehatan mentalnya bisa jadi meningkat di masa pandemi," kata Joshua Morganstein dikutip dari Kompas.com, Selasa (20/7/2021).

Baca Juga: Tekanan Kerja saat WFH Bisa Picu Burnout Syndrom, Apa itu dan Bagaimana Mengatasinya?

Terlebih, selama pandemi banyak kebiasaan dan aktivitas yang berubah. Ambil contoh, kebiasaan baru work from home (WFH). 

Bekerja dari rumah mungkin terdengar menyenangkan bagi beberapa orang, tetapi bagi sebagian lain merasa frustasi.

Kurangnya pengawasan bisa membuat kamu menjadi tidak termotivasi dan membuat kamu menunda-nunda pekerjaan. 

Minimnya interaksi langsung dengan pekerja lainnya dapat menyebabkan kurangnya hubungan sosial serta terjadinya miskomunikasi dalam bekerja. Hal-hal begitu bisa menyebabkan stres.

Penulis : Hedi Basri | Editor : Gading Persada

Sumber : Kompas TV/seributujuan.id




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
00:42
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19