Kompas TV klik360 sinau

Apa Penyebab Bau Tak Sedap dari Pusar? Ini Penjelasannya

Minggu, 18 Juli 2021 | 17:00 WIB

KOMPAS.TV - Pusar adalah salah satu bagian tubuh manusia yang unik dan beragam bentuknya bagi setiap orang.

Pusar merupakan sisa-sisa dari tali pusar, yaitu tali yang menghubungkan janin dengan sang ibu saat berada di dalam Rahim.

Dari tali pusar ini, janin bisa mendapatkan asupan nutrisi dan oksigen untuk perkembangannya selama masa kandungan.

Setelah lahir, tali pusar akan dipotong dan potongannya kemudian akan mengering sampai akhirnya pusar yang sebenarnya muncul hingga dewasa.

Tak jarang, tercium bau kurang sedap setelah mengusap perut dan menyentuh pusar. Lalu, apa yang menyebabkan bau tak sedap dari pusar meski sudah menjaga kebersihan?

Bau tak sedap pada pusar orang dewasa disebabkan oleh ekosistem bakteri yang hidup di dalamnya.

Jiri Hulcr dalam jurnal penelitian A Jungle In There: Bacteria In Belly Buttons Are Highly Diverse, But Predictable (2012) menyebutkan rata-rata pusar manusia menjadi rumah bagi 67 filotipe bakteri.

Berbentuk cekung dengan lipatan kulit, tak jarang pusar menjadi tempat bersemayamnya bakteri atau jamur.

Pusar dapat memerangkap zat berupa minyak, kulit mati, kotoran, keringat, dan hal kecil lainnya yang menjadi makanan bagi bakteri dan kuman.

Bau yang muncul pada pusar juga dapat disebabkan oleh jamur Candida, yang dapat menyebabkan infeksi pada lipatan kulit (Candida intertrigo).

Candida intertrigo pada pusar ditandai dengan kulit kemerahan, bersisik, bahkan lepuh dan memberikan aroma tidak sedap atau bau.

Kondisi ini umumnya diderita oleh orang dengan obesitas dan diabetes, namun juga dapat terjadi jika tidak menjaga kebersihan pusar.

Maka dari itu supaya pusar tetap sehat, jangan lupa untuk membersihkan area pusar dengan air mengalir saat mandi.(*)

Grafis: Joshua Victor

Penulis : Gempita Surya

Sumber : kompas.com




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
06:00
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19