Kompas TV bisnis ekonomi dan bisnis

Awas, Penipuan Investasi Fintech Berkedok Perusahaan Ternama

Jumat, 16 Juli 2021 | 09:41 WIB
awas-penipuan-investasi-fintech-berkedok-perusahaan-ternama
Ilustrasi Teknologi Finansial (Sumber: Kompasian.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Praktik penipuan dengan mencatut nama-nama perusahaan teknologi finansial (financial technology) ternama dan menggunakan surat izin palsu makin marak belakangan ini.

”Ini sangat mengganggu integritas dan kredibilitas perusahaan yang dicatut namanya. Terlebih lagi ini menimbulkan kerugian besar di masyarakat,” kata Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) Pandu Sjahrir secara virtual, Kamis (15/7/2021).

Adapun Wakil Ketua Umum I Aftech Karaniya Dharmasaputra memaparkan, pelaku menjerat korban dengan membuat akun media sosial dan grup aplikasi percakapan yang memasang logo perusahaan ternama atau mencantumkan surat izin palsu seakan-akan merupakan perusahaan yang  terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kemudian, mereka mengiming-imingi calon korban dengan keuntungan investasi yang menggiurkan. Tentu, seseorang yang terjerat akan kehilangan uangnya.

Penipuan tersebut terjadi di berbagai jenis aplikasi teknologi finansial (tekfin) mulai dari tekfin pinjaman antarpihak atau pinjaman online (pinjol), investasi pasar modal, hingga koperasi. Para korban yang terjerat biasanya mengalami kerugian mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 5.000.000.

Baca Juga: Minimalisir Korban Pinjol Ilegal, OJK Rilis 125 Fintech yang Terdaftar dan Berizin, Ini Rinciannya

”Pelaku bukan menyasar investor kelas atas dengan investasi ratusan juta rupiah atau miliaran rupiah. Kelompok ini  tentu lebih cerdas dan berhati-hati. Pelaku mengincar kalangan menengah ke bawah. Mereka ini kelompok yang paling rentan dengan penipuan seperti ini,” terang Karaniya.

Cara menghindari

Menurutnya, akar permasalahan dari suburnya penipuan seperti ini adalah masih rendahnya edukasi dan tingkat literasi masyarakat akan produk keuangan tekfin. Ini menjadi pekerjaan rumah seluruh pemangku kepentingan, tak hanya regulator, tetapi juga pelaku tekfin sendiri.

Agar terhindar dari penipuan, calon konsumen harus mengingat konsep 2 L sebelum memutuskan bertransaksi ataupun berinvestasi yaitu legalitas dan logis.

Penulis : Fransisca Natalia | Editor : Iman Firdaus

Sumber : Kompas TV/Kompas.id


BERITA LAINNYA


Beranda Islami

Amalan Zikir dengan Jaminan Masuk Surga

Minggu, 26 September 2021 | 17:03 WIB
Cerita Rasa

3 Resep Zuppa Soup yang Gurih dan Creamy

Minggu, 26 September 2021 | 17:01 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
17:30
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19