Kompas TV nasional sosial

Awas! Ini Kesalahan Paling Umum yang Bikin Seleksi Administrasi CPNS Gagal Lolos

Kamis, 15 Juli 2021 | 22:38 WIB
awas-ini-kesalahan-paling-umum-yang-bikin-seleksi-administrasi-cpns-gagal-lolos
Peserta mengikuti ujian Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Surabaya, Selasa (22/9/2020). (Sumber: AFP/JUNI KRISWANTO via Kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Rekruitmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) hingga hari ini masih dibuka. Bagi pejuang CPNS, penting untuk mengetahui apa saja kesalahan paling umum yang menyebabkan seseorang gagal lolos adminitrasi.

Untuk diketahui, sesuai Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 27 Tahun 2021 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil, seleksi CPNS dilakukan melalui tiga tahap.

Tahapan seleksi CPNS adalah seleksi administrasi, seleksi kompetensi dasar (SKD), dan seleksi kompetensi bidang (SKB).

Baca Juga: Pendaftaran CPNS dan PPPK Sudah Dibuka, Berikut Kisaran Gajinya Jika Diterima

Plt Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono membeberkan kesalahan yang sering dilakukan yang membuat pendaftar CPNS tidak lolos seleksi administrasi.

Paryono mengatakan kesalahan yang menyebabkan pendaftar tidak lolos seleksi administrasi adalah dokumen dan kualifikasi pendidikan.

“Dokumen yang di-upload harus sesuai dengan yang dipersyaratkan,” kata Paryono, dikutip dari Kompas.com, Kamis (15/7/2021).

Adapun untuk kualifikasi pendidikan, pendaftar CPNS harus jeli dalam menyesuaikan formasi yang akan dilamar, terlebih terkait  jurusan atau program studi bagi lulusan S1.

“Kebanyakan itu (yang membuat pendaftar gagal lolos seleksi administrasi),” sambungnya.

Baca Juga: Daftar Institusi yang Membuka Seleksi CPNS bagi Lulusan SMA/SMK, Cek di Laman ssacsn.bkn.go.id

Penulis : Fiqih Rahmawati | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Kompas.com


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
20:14
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19