Kompas TV nasional kesehatan

Soal Bantuan Oksigen Untuk India, Mahfud : Waktu Itu Oksigen Masih Banyak

Jumat, 9 Juli 2021 | 20:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Ham (Menko Polhukam) Mahfud MD angkat bicara perihal bantuan oksigen yang diberikan kepada India pada Mei 2021 lalu.

Menurutnya, saat itu India tengah mengalami turbulensi covid-19 yang cukup parah. Sementara, kondisi Indonesia pada waktu itu lebih baik dari pada India, sehingga persediaan oksigen di tanah air masih banyak.

“Pada waktu itu kan bantunya awal Mei ketika tingkat kesembuhan di tempat kita itu hampir selalu lebih tinggi dari terinfeksi sehingga pada waktu itu oksigen masih banyak,” kata Mahfud dalam Youtube Kemenko Polhukam RI, Jumat (9/7/2021).

Baca Juga: Bantuan Oksigen RI ke India Jadi Polemik, Mahfud MD: Waktu Itu Persediaan Masih Banyak

Menurut Mahfud, bantuan yang diberikan kepada negara yang tengah menghadapi masalah adalah hal yang biasa di dalam hubungan internasional.

“Indonesia pun sering dapat bantuan. Di dalam dunia internasional itu biasa kalau ada suatu negara kena musibah, kita bantu”, tutur Mahfud dalam sebuah video di akun Youtube Kemenko Polhukam RI (9/7).

“Indonesia pernah membantu Jepang waktu  tsunami, kemarin Indonesia juga membantu Australia ketika terjadi kebakaran”, tambahnya.

Saat ini, persebaran Covid-19 di Indonesia terjadi secara eksponensial. Angka positif harian di tanah air terus mengalami kenaikan.

Mahfud menyebut, saat ini beberapa negara juga telah menawarkan bantuan kepada Indonesia.

“Ketika Indonesia sekarang ini sedang mengalami eksponensial terinfeksi, beberapa negara sudah menawarkan dan akan memberikan bantuan, itu biasa saja, negara-negara yang bersahabat”, pungkasnya.

Penulis : Abdur Rahim

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
20:04
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19