Kompas TV klik360 sinau

Kebiasaan yang Salah dalam Memakai Masker, Apa Saja?

Rabu, 7 Juli 2021 | 12:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Sudah taat dalam menerapkan protokol kesehatan? Bagus! Tetapi, apakah prokes yang dijalankan sudah sepenuhnya benar dan optimal?

Penggunaan masker apalagi di tengah situasi pandemi seperti saat ini sangat diwajibkan untuk mencegah penularan virus corona lebih jauh. Namun, ada beberapa hal yang membuat masker tidak bekerja maksimal. Apa saja itu? 

1. Masker tidak sepenuhnya menutup mulut dan hidung

Masker yang tidak dipakai secara benar dan tidak menutupi bagian mulut dan hidung adalah kesia-siaan. Virus jadi gampang lewat karena maskeer yang memiliki banyak celah. 

2. Terlalu longgar atau ketat

Masker yang terlalu longgar bisa membuat masker jatuh dan masker yang terlalu ketat malah membuat luka pada wajah. 

3. Hanya satu lapis

 Masker yang direkomendasikan adalah 3 lapis. Baik jenis masker medis maupun masker kain. 

4. Masker dari bahan longgar

 Masker dari bahan longgaar seperti masker rajut membuat tidak direkomendasikan karena banyak celahnya. 

5. Masker dari bahan menyesakkan

 Masker tidak boleh dipakai dari bahan yang membuat sulit bernafas. Bukannya terhindar dari virus, malah sesak. 

Nah, itu dia 5 hal penting yang harus diperhatikan saat memakai masker. Jangan abai dan jaga kesehatan!

Video Editor: Feby Ramdhani
Video Grafis: Achmad Ilyas

Penulis : Edika ipelona

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
19:08
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19