Kompas TV internasional kompas dunia

Pesawat Militer Filipina Jatuh, 45 Tewas, 49 Selamat, 5 Masih Hilang

Minggu, 4 Juli 2021 | 23:58 WIB
pesawat-militer-filipina-jatuh-45-tewas-49-selamat-5-masih-hilang
Tim penyelamat berupaya mengevakuasi para korban jatuhnya pesawat militer C-130 milik Angkatan Udara FIlipina yang jatuh dan terbakar di kebun kelapa di luar bandara Jolo di provinsi Sulu, Filipina barat, Minggu (4/7/2021). (Sumber: Joint Task Force-Sulu via AP)

MANILA, KOMPAS.TV – Sebuah pesawat C-130 milik Angkatan Udara Filipina yang mengangkut pasukan militer yang sedianya dikerahkan untuk memerangi milisi pemberontak, jatuh dan meledak saat mendarat di Filipina selatan pada Minggu (4/7/2021).

Kecelakaan itu mengakibatkan sedikitnya 42 tentara dalam pesawat dan 3 warga sipil di darat, tewas. Kecelakaan ini merupakan salah satu musibah terburuk dalam sejarah Angkatan Udara Filipina.

Melansir Associated Press, sedikitnya 49 tentara berhasil diselamatkan, meski penuh luka-luka, dalam kecelakaan pesawat jatuh di kebun kelapa di luar bandara Jolo di provinsi Sulu.

Para korban yang berhasil selamat termasuk mereka yang sempat melompat keluar pesawat sebelum pesawat meledak dan terbakar. Tiga dari 7 warga desa yang berada di lokasi kecelakaan, tewas.

Baca Juga: Kepala Staf Angkatan Darat Nigeria dan 10 Awak Lainnya Tewas dalam Kecelakaan Pesawat

Pesawat C-130 itu mengangkut 96 penumpang, termasuk 3 pilot dan 5 awak, dan sisanya adalah personel tentara. Hingga Minggu malam, 5 tentara masih belum ditemukan. Pihak berwenang menyatakan, para pilot selamat, namun menderita luka parah.

Pesawat Lockheed C-130 Hercules itu merupakan satu dari dua pesawat bekas Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) yang diserahkan pada Filipina sebagai bagian dari bantuan militer tahun ini.

Pesawat itu semula lepas landas dari Manila dengan hanya mengangkut sejumlah penumpang, termasuk seorang jenderal angkatan darat berbintang dua, Romeo Brawner Jr, yang turun bersama istri dan ketiga anaknya di Cagayande Oro.

Di kota ini, Brawner Jr akan menjadi komandan militer regional yang baru pada Senin. Pasukan angkatan darat Filipina kemudian menaiki C-130 di Cagayan de Oro dan terbang menuju Sulu.

Serpihan pesawat militer C-130 milik Angkatan Udara Filipina tampak berserakan di kebun kelapa di luar bandara Jolo di provinsi Sulu, Filipina, setelah jatuh dan terbakar pada Minggu (4/7/2021). (Sumber: Joint Task Force-Sulu via AP)

Brawner terkejut saat mengetahui bahwa pesawat yang sebelumnya ia tumpangi itu jatuh.

Penulis : Vyara Lestari | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
18:41
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19