Kompas TV regional sosial

98,32 ton Sampah Plastik dari Pasar Modern di Sukabumi Berhasil Dikurangi

Minggu, 4 Juli 2021 | 19:42 WIB
98-32-ton-sampah-plastik-dari-pasar-modern-di-sukabumi-berhasil-dikurangi
Ilustrasi pembersihan sampah plastik. (Sumber: Kompastv/Ant)

SUKABUMI, KOMPAS.TV - Jumlah sampah plastik yang berasal dari pasar modern di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berkurang sebanyak 98,32 ton.

Penurunan tersebut terjadi sejak pemerintah setempat menerapkan pelarangan penggunaan kantong plastik sebagai alat pembungkus di seluruh pasar modern di Sukabumi.

Kepala Bidang Perkimsih Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Denis Eriska menjelaskan bahwa pihaknya pun telah melakukan pendataan di lapangan.

"Dari hasil pendataan selama satu tahun kepada 404 pasar modern, baik supermarket, minimarket maupun departemen store, volume sampah plastik dari pasar modern berkurang 98,32 ton atau rata-rata 8,19 ton per bulan," kata Denis, seperti sikutip dari Antara, Minggu (4/7/2021).

Baca Juga: Banda Aceh Hasilkan 80 Ribu Ton Lebih Sampah Plastik dalam Setahun

Menurut Denis, keberhasilan tersebut tak lepas dari Peraturan Bupati Sukabumi Nomor 81 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Kebersihan Melalui Gerakan Sukabumi Bersih, Tertib dan Asri (Bestari).

Sejak 11 November 2021, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi telah memberlakukan peraturan itu dengan efektif, hingga secara bertahap pasar modern dilarang menggunakan kantong plastik untuk membungkus barang yang dibeli konsumen.

Sebagai gantinya, konsumen diminta untuk membawa kantong sendiri dari rumah, karena seluruh pasar modern tidak boleh menyediakan kantong plastik.

Alhasil, sampai saat ini, Gerakan Sukabumi Bestari pun efektif untuk mengurangi volume sampah plastik di kabupaten terluas kedua di Pulau Jawa dan Bali ini.

Baca Juga: Tiga Kabupaten dan Kota di DIY Diminta Kurangi Sampah yang Dibuang ke TPST Piyungan, Ini Alasannya

Penulis : Aryo Sumbogo | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
16:03
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19