Kompas TV regional kesehatan

Pakai Masker yang Benar di Lonjakan Kasus Covid-19, Ini Tips dari Dokter RSA UGM

Kamis, 1 Juli 2021 | 21:17 WIB
pakai-masker-yang-benar-di-lonjakan-kasus-covid-19-ini-tips-dari-dokter-rsa-ugm
Ilustrasi pemakaian masker. (Sumber: Pixabay)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Lonjakan kasus Covid-19 harus diantisipasi dengan protokol kesehatan yang disiplin dan ketat, termasuk memakai masker yang benar.

Ketua Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM), Titien Budhiaty, pun memberikan saran yang untuk masyarakat untuk memakai masker yang tepat.

"Masker yang dianjurkan adalah masker medis atau bedah tiga lapis untuk penggunaan sehari-hari saat aktivitas di luar rumah, masker kain tidak lagi direkomendasikan karena kurang memberikan perlindungan dari paparan virus corona," ujarnya, Kamis (1/7/2021).

Terlebih, Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) AS menganjurkan pemakaian dobel masker, masker bedah atau medis dan kain, bagi masyarakat dunia untuk memberikan perlindungan terhadap infeksi Covid-19. Hal itu juga diamplifikasi oleh Satgas Covid-19 di tanah air. 

Baca Juga: 5 Tips Memakai Masker Dobel, Efektif Cegah Penularan Covid-19

Menurut Titien, penekanan dobel masker untuk benar-benar melindungi saluran pernafasan karena penularan utama Covid-19 melalui saluran nafas. Dalam penelitian, penggunaan masker medis di bagian dalam dan masker kain di luar bisa memberikan perlindungan yang lebih besar. 

"Sebab, jika hanya masker medis biasanya menyisakan celah di bagian atas hidung dan pipi," ucapnya.

Masker yang longgar berisiko menjadi jalan masuk virus melalui celah ini, sementara masker kain lebih pas di wajah dan dapat diatur kekencangannya. Walaupun ia tidak menampik, satu masker medis cukup dengan mengikat atau membuat simpul di ujung kiri dan kanan masker sehingga menutup celah bagian samping.

"Single atau dobel masker, yang utama tetap harus pakai masker bedah atau medis," tuturnya.

Sebelum memakai masker, dianjurkan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau handsanitizer.

Penulis : Switzy Sabandar | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Peristiwa

Alex Noerdin Batal Ditahan di Rutan KPK

Sabtu, 18 September 2021 | 12:39 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
13:42
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19