Kompas TV nasional kesehatan

Pengakuan Jokowi, Indonesia Belajar dari India Soal Lonjakan Covid-19

Rabu, 30 Juni 2021 | 18:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV – Presiden Joko Widodo mengatakan Indonesia belajar dari India dalam menangani lonjakan kasus pandemi Covid-19.

Sebelumnya, India telah mengalami kenaikan kasus hingga 370 ribu per hari, namun saat ini kasus positif harian di India sudah turun menjadi 50 ribu kasus per hari.

“India pernah di 2020 di angka 50 ribu kasus aktif per hari. Kemudian turun 9 ribu kasus per hari, dan di akhir Januari awal Februari naik eksponensial dari 9 ribu menjadi 370 ribu per hari. Lompatan yang sangat eksponensial sekali. Dan saat ini India sudah anjlok lagi turun menjadi 50 ribu kasus per hari. Kita belajar dari sana”, ungkap Jokowi saat memberikan sambutan pada Munas VIII Kamar Dagang Indonesia (KADIN) di Kendari, Sulawesi Tenggara yang disiarkan langsung melalui akun Youtube Sekretariat Presiden.

Baca Juga: Indonesia Peringkat ke-11 dari 215 Negara di Dunia Soal Vaksinasi

Jokowi menyebut, dirinya telah menelepon Perdana Menteri India Narendra Modi. Tak hanya itu, Menteri Kesehatan Indonesia RI juga menelepon Menteri Kesehatan India untuk bertanya terkait lonjakan kasus tersebut.

Tak hanya di India, Jokowi menyebut sejumlah negara lain juga mengalami kenaikan kasus secara eksponensial.

"Dua-tiga hari, satu minggu ini juga sama, di negara lain lompatan eksponensial terjadi di Inggris, di Israel. Australia, di Sydney juga lockdown karena kenaikan sangat tinggi," ujar Presiden.

Saat ini Indonesia juga tengah mengalami lonjakan kasus Covid-19. Angka positif harian di Indonesia kini telah mencapai 21 ribu kasus per hari.

Penulis : Abdur Rahim

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
01:14
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19