Kompas TV nasional politik

Pemerintah Berencana Terapkan PPKM Darurat, Politikus PAN Ini Tetap Sarankan Lockdown Akhir Pekan

Selasa, 29 Juni 2021 | 16:30 WIB
pemerintah-berencana-terapkan-ppkm-darurat-politikus-pan-ini-tetap-sarankan-lockdown-akhir-pekan
Anggota Komisi IX DPR yang juga Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Daulay Partaonan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (25/10/2019). (Sumber: (Kompas.com/Kristian Erdianto))

JAKARTA, KOMPAS TV - Anggota Komisi IX DPR Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay menilai rencana pemerintah untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat masih kurang efektif dalam menekan angka kasus Covid-19 di Tanah Air. 

"Kebijakannya masih serba tanggung. Misalnya masih boleh 25 persen kantor, pergi ke mal, pasar, tempat pernikahan. Jadi kalau masih seperti itu belum tentu menghasilkan dampak yang signifikan dari orang-orang yang terpapar Covid-19 itu," kata Saleh kepada Kompas TV, Selasa (29/6/2021).

Ia mengimbau agar pemerintah segera menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang lebih ketat. Misalnya seperti menerapkan kebijakan lockdown akhir pekan. 

Baca Juga: Media Singapura Laporkan Indonesia Akan Segera Berlakukan PPKM Darurat, Hadang Serangan Covid-19

"Kalau agak berat, saya tawarkan lockdown akhir pekan. Minimal 2 hari 3 malam tidak ada penyebaran virus. Jadi gini walaupaun kebijakan nanti itu harus tegas dan ketat," ujarnya.

Menurut dia, jika tetap menggunakan aturan yang telah dilaksanakan sekarang, sepertinya pemerintah tak ada niat untuk menurunkan lonjakan kasus Covid-19. 

Selain itu, apabila menerapkan lockdown akhir pekan pun tak akan memakan dana APBN atau APBD yang terlalu besar. Karena masyarakat masih bisa beraktivitas dari Senin hingga Jumat. 

"Justru ini untuk mengurangi interaksi orang per orang dan mengurangi mobilitas masyarakat. Kalau lockdown akhir pekan, kegiatan ekonomi tetap jalan, jadi bansos pun tidak terlalu parah," kata dia. 

Sebelumnya, Media Singapura Straits Times melaporkan kemungkinan Indonesia segera memberlakukan pembatasan yang lebih ketat mulai Rabu, (30/06/2021) saat Indonesia berupaya menghadang serangan gelombang kedua Covid-19 yang didorong oleh varian Delta yang lebih menular.

Seperti dilansir Straits Times, Selasa, (29/06/2021), presiden Joko Widodo dilaporkan memimpin langsung pertemuan internal pada hari ini, Selasa, (29/06/2021) untuk membahas rincian tindakan baru, yang kemungkinan akan disebut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. 

Penulis : Fadel Prayoga | Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
14:39
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19