Kompas TV nasional politik

Presiden Joko Widodo Menanggapi Kritikan yang Disampaikan oleh BEM UI

Selasa, 29 Juni 2021 | 15:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo, memberi tanggapan atas kritikan yang disampaikan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI).

Tanggapan tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/6/2021).

Presiden menyebut, kritikan terhadap dirinya sudah ada sejak lama. Ia bahkan masih ingat sebutan-sebutan yang pernah dialamatkan kepada dirinya.

"Ada yang bilang juga saya itu planga-plongo. Kemudian ganti lagi, ada yang bilang saya ini otoriter. Kemudian ada juga yang ngomong saya ini bebek lumpuh, dan baru-baru ini ada yang ngomong saya ini bapak bipang dan terakhir ada yang menyampaikan mengenai the king of lip service," ujar Presiden.

Presiden Jokowi mengatakan bahwa kritikan adalah bentuk ekspresi mahasiswa. Ia menambahkan, pihak kampus tidak perlu melarang mahasiswa untuk memberikan kritik.

Baca Juga: Jokowi: Universitas Tidak Perlu Menghalangi Mahasiswa untuk Berekspresi

"Ya saya kira ini bentuk ekspresi mahasiswa dan ini negara demokrasi. Jadi kritik itu ya boleh-boleh saja dan Universitas tidak perlu menghalangi mahasiswa untuk berekspresi," ucap Jokowi.

Namun di lain sisi, Jokowi juga mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki tata krama dan budaya sopan santun.

"Tapi juga ingat kita ini memiliki budaya tata krama, budaya kesopan santunan. Ya saya kira biasa saja mungkin mereka sedang belajar mengekspresikan pendapat," lanjutnya.

Presiden Jokowi menegaskan, prioritas Pemerintah saat ini adalah untuk menangani pandemi Covid-19.

"Tapi yang saat ini penting, kita semuanya memang bersama-sama fokus untuk penanganan pandemi Covid-19," pungkasnya.

Video Editor: Febi Ramdani

Penulis : Aryo bimo

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
07:21
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19