Kompas TV nasional peristiwa

Polisi Tangkap Oknum TNI yang Berperan Sebagai Eksekutor Penembakan Jurnalis Mara Salem

Minggu, 27 Juni 2021 | 09:00 WIB

KOMPAS.TV - Satu dari tiga orang tersangka pembunuhan jurnalis, Mara Salem Harahap di Simalungun merupakan oknum anggota TNI.

Pelaku diketahui menjadi eksekutor dalam pembunuhan tersebut dan kini sedang menjalani pemeriksan di Kodam Bukit Barisan.

Dari rekaman CCTV, pelaku diketahui berinisial AS dengan pangkat Praka.

Bersama pelaku lain berinsial YFP, Praka AS menembak jurnalis Mara Salem harahap hingga tewas pada 18 Juni lalu.

Praka AS dan YFP diperintah oleh pemilik bar Ferrari berinisial S untuk membunuh Mara Salem Harahap. 

2 tersangka YFP dan S kini telah ditangkap Polda Sumatera Utara dan 1 tersangka yakni oknum anggota TNI yang menjadi eksekutor kini menjalani pemeriksaan di Kodam Bukit Barisan.

Misteri penembakan yang menewaskan seorang jurnalis di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, terungkap.

Polisi mengungkap kasus penembakan ini dipicu rasa sakit hati tersangka kepada korban atas pemberitaan terkait peredaraan narkoba di tempat hiburan malam miliknya.

Polisi menangkap tiga tersangka penembakan, salah satu pelaku yaitu anggota TNI sebagai eksekutor.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, mengapresiasi polisi dalam menerapkan pasal pidana untuk dua tersangka kasus pembunuhan jurnalis Mara Salem Harahap.  

Selain itu, Komnas HAM juga menyoroti salah satu faktor meninggalnya Mara Salem Harahap yang terus memberitakan soal peredaran narkotika di tempat hiburan malam.

Mara Salem Harahap ditemukan bersimbah darah di mobil miliknya, saat dalam perjalanan menuju ke rumahnya  di Kabupaten Simalungun 18 Juni lalu.

Ketiga tersangka diancam pasal pembunuhan berencana dengan hukuman penjara selama seumur hidup.

Penulis : Anjani Nur Permatasari

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
19:39
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19